Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Bandung Pakai KTP untuk Beli Gas

Arief Pratama , Jurnalis-Kamis, 04 September 2008 |11:20 WIB
Warga Bandung Pakai KTP untuk Beli Gas
A
A
A

BANDUNG - Memasuki hari keempat bulan Ramadan stok bahan bakar gas elpiji di Kota Bandung mulai menipis. Untuk mendapatkan gas, sebagian masyarakat pun terlihat antre di stasiun distribusi gas elpiji di Jalan Emong No 21 Kecamatan Lengkong Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan okezone di lokasi, hingga pukul 10.00 WIB, Kamis (4/9/2008) antrean terlihat mengular hingga 200 meter.Pihak stasiun distribusi pun membatasi pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dua tabung elpiji ukuran 12 kg itu. Untuk menghindari ulah spekulan, setiap pembeli wajib memperlihatkan KTP.

"Untuk menghindari spekulan, kami memberlakukan peraturan dalam antrean ini, agar warga menunjukkan KTP. Yang diberlakukan satu orang boleh membeli dua tabung gas," kata Kepala Penjualan & Distribusi Elpiji Bandung, Yono Sarif .

Pada 'krisis' gas Juni lalu, peraturan agar warga menunjukkan KTP saat antre membeli gas belum diberlakukan. Akibatnya sepanjang Jalan Emong banyak pemuda yang menjual gas di pinggir jalan. Harga yang mereka patok pun sangat jauh di atas harga normal, yaitu Rp100 ribu. Padahal, saat itu, harga normal gas dalam kisaran Rp58 ribu.

Sementara itu menurut Yono, dalam sepekan terakhir ini, distribusi gas di Kota Bandung terganggu akibat ketidaklancaran pasokan dari SPBE baik di Cibiru Bandung maupun di Indramayu.

Antrean warga yang terjadi hari ini, menurut Yono karena sebagian masyarakat tahu bahwa pasokan gas datang hari ini. Mereka mengantre karena takut tidak kebagian.

"Jadi sepanjang memasuki bulan Ramadan, stok di Kota Bandung secara umum, habis. Ketika warga tahu hari ini datang tabung gas dengan jumlah 800 tabung, warga langsung datang ke lokasi stasiun distribusi," jelas Yono.

Namun demikian, Yono menepis anggapan bahwa antrean panjang yang sekarang terjadi itu karena adanya kenaikan gas yang ditentukan pemerintah.

Menurut Yono, antrean warga yang ingin membeli gas akan bertambah pada sore nanti.Sehingga diperkirakan stok gas yang datang pada hari ini akan habis sore nanti.

Tapi warga tidak perlu panik karena pasokan gas akan dikirim setiap hari dengan dua truk yang secara keseluruhan mengangkut 800 tabung gas.

"Karena mulai hari ini juga dari SPBE baik Cibiru maupun Indramayu setiap harinya akan mengirim dua truk dengan kapasitas 800 tabung untuk keperluan selama Ramadan dan menjelang Lebaran," terang Yono.

Sementara itu menurut Yono, pihaknya menyiapkan stok gas yang akan didistribusikan dengan sistem door to door ke rumah-rumah warga. Gas itu diambil dari SPBE Cibiru.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement