BANDUNG - Menanggapi kasus Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi yang disebut-sebut telah menodai Islam, MUI Jawa Barat menyatakan tetap akan mengimbau ormas-ormas Islam untuk tidak mempolitisir persoalan tersebut.
"Masalah ini menyangkut perorangan bukan institusi dan kita masih menunggu pemeriksaan. Jika memang dirasa itu benar, maka kami menyerahkan semuanya pada proses hukum," ujar Ketua MUI Jawa Barat, A Hafiz Utsman kepada wartawan, Sabtu (13/9/2008).
Namun, kata Haifiz jika di kemudian hari terdapat gejolak yang terjadi di masyarakat akibat kasus tersebut, MUI mengimbau masayarakat untuk tidak terjebak pada situasi yang semakin keruh.
"Kami minta masyarakat dan ormas (Islam) khususnya yang ada di Purwakarta untuk bisa memahami. Kasus ini sedang ditangani oleh pihak berwajib, dalam hal ini Polda Jabar," terangnya.
Hafiz menambahkan, selain bentuk imbauan, MUI juga mengaku siap jika polisi meminta bantuan untuk turut menelusuri kebenaran kasus tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi membuat pernyataan kontroversi dan disebut bebagai pihak telah menodai Agama.
Pada salah satu ceramahnya Dedy mengatakan bahwa alat musik kecapi suling bisa saja menggetarkan orang yang memaknainya dan belum tentu orang yang mendengar Al-Quran akan tergetar hatinya.
Setelah pernyataan itu sontak berbagai kalangan mengecam pernyataan orang nomor satu di kabupaten Purwakarta itu. Bahkan beberapa ormas Islam meminta Dedy mundur dari jabatan. Kini kasus ini masih dalam penyidikan Polda Jabar.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.