JAKARTA â€" Naiknya popularitas Partai Demokrat seperti tergambar dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dicurigai banyak pihak. Hasil survei tersebut dianggap â€~pesanan†.
Bagaimana reaksi Demokrat? Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat mengakui telah menyewa LSI pimpinan Saiful Mujani untuk melakukan survei.
Menurut dia, langkah itu untuk mendapatkan data akurat mengenai tingkat elektabilitas menjelang Pemilu 2009. Namun, pihaknya tak mengarahkan proses survei agar berpihak pada Demokrat.
"Kita minta kepada mereka (LSI) untuk survei di daerah ini, atau daerah sana, bahkan sekarang caleg (PD) juga komunikasi dengan LSI untuk mengetahui elektabilitas mereka bagaimana," kata Mubarok kepada wartawan di Gedung DPD, Rabu (7/1/2008).
Dia menyatakan, menyewa lembaga survei tersebut untuk membeli informasi, namun bukan bukan untuk membeli lembaga survei. Mubarok menyatakan, LSI membutuhkan biaya untuk mencari informasi yang akurat tentang Demokrat.
"Kita membutuhkan data, dan (data) LSI yang kita yakini. Bukan mendanai, tapi kita membeli informasi secara profesional bukan bisnis," terangnya.
Kenapa memilih LSI? Mubarok menilai LSI memiliki rekam jejak yang bagus dan data yang disampaikan obyektif. Dia menceritakan bahwa banyak lembaga survei yang datang ke Demokrat menawarkan jasa. Lalu Demokrat melakukan seleksi ketat dengan melihat rekam jejak dan hasil survei selama ini.
Lembaga yang memberikan data obyektif meski merugikan Demokrat, tapi itu betul, kita pilih," tegasnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.