Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Depkum HAM Gadungan Tipu Puluhan Pengacara

Miftachul Chusna , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2009 |16:45 WIB
Depkum HAM Gadungan Tipu Puluhan Pengacara
A
A
A

DENPASAR - Aksi penipuan mengatasnamakan institusi negara kembali terjadi. Kali ini, nama Departemen Hukum dan HAM (Depkum HAM) dicatut namanya untuk menipu sejumlah pengacara dan akademisi di Denpasar, Bali.

Para korban penipuan mengaku selah-olah diundang untuk mengikuti kongres nasional salah satu kegiatan Depkum HAM. "Namun, ujung-ujungnya kami dimintai sejumlah dana," ujar pengurus Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti di kantornya, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Selasa (20/1/2009).

Sri mengaku dihubungi seseorang yang mengaku staf Depkum HAM. Lalu, Sri diminta menghubungi Sekjen Depkum HAM bernama Abdul Bani Asep di nomor telpon 021 309891618 pesawat 1323.

Merasa penasaran, Sri lantas menghubungi nomor yang diberikan. Di situ, dia mendapat penjelasan dari seorang panitia bernama Imron bahwa acara akan digelar di Hotel Shangrilla, Jakarta, pada 23-24 Januari 2009.

Panitia tersebut menjelaskan, Sri akan mendapat kiriman dana Rp15 juta untuk biaya transportasi dan akomodasi. Sri pun diminta menyiapkan dua kemeja batik dan sejumlah perlengkapan lainnya. Panitia kemuidan mengirim faks undangan berserta lembar konfirmasi.

Untuk keperluan transfer, Sri diminta menyetor rekening bank dan diminta mengecek di ATM. Saat itu, Sri mulai curiga karena panitia itu memaksa untuk menggunakan ATM. "Saya takut dia akan menggunakan hipnotis setelah saya sampai di ATM," tandasnya.

Kemudian, Sri mencari kebenaran adanya kongres itu ke nomor Depkum HAM. Ternyata staf di Depkum HAM Jakarta mengatakan, tidak ada kongres semacam itu. Menurut Sri, sejumlah pengacara dan akademisi di Bali kemudian memberi informasi adanya undangan yang sama. "Bahkan ada yang sudah mengirim uang jutaan rupiah," ujarnya.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement