Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban HAM Serukan Tolak Prabowo & Wiranto

Yuni Herlina Sinambela , Jurnalis-Kamis, 30 April 2009 |12:58 WIB
Korban HAM Serukan Tolak Prabowo & Wiranto
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Demokrasi dan keluarga korban tragedi Hak Asasi Manusia (HAM) mengkampanyekan agar tidak memilih Prabowo Subianto dan Wiranto di Pilpres 2009, berikut partai politik lainnya yang terlibat dalam pelanggaran HAM.

"Kami tidak akan memilih para pelaku maupun pelindung pelanggaran HAM seperti Wiranto dan Prabowo yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan tingkat berat. Ini hal yang menyedihkan buat saya dan sekaligus menyakitkan buat kami," kata istri almarhum Munir, Suciwati, saat jumpa pers pernyataan sikap Masyarakat Peduli Demokrasi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

Hal itu, menurut Suciwati, merupakan sesuatu yang mengerikan di mana orang yang akan berkuasa dan memimpin bangsa ini tidak lagi pro terhadap rakyat.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta para elit politik untuk memikirkan koalisi dengan partai pengusung capres dan cawapres yang tidak terlibat pelanggaran HAM. "Berkoalisilah dengan etika moral yang baik," ujar Ny Wawan, orangtua korban tragedi Semanggi.

Para keluarga korban HAM juga tidak merelakan jika capres dan cawapres dalam Pilpres 2009 adalah pelaku dari pelanggaran HAM yang berarti menunjukan kembalinya rezim Orde Baru yang otoriter, koruptor, dan militeristik.

Saat diminta tanggapannya bila di Pilpres nanti hanya ada partai yang mengusung pelaku pelanggaran HAM, apakah akan mengambil sikap golput?

"Kemungkinan iyah, tapi kan kita belum bisa memutuskan. Kita harus melihat ada calon lain di luar dari dua orang itu yang dosa-dosanya lebih sedikit dari Prabowo dan Wiranto," tandas Suciwati.

karena itu, Masyarakat Peduli Demokrasi akan melakukan komunikasi dengan tujuh parpol besar agar tidak berkoalisi dengan partai yang tidak mendukung perjuangan HAM. "Iya, nanti kami akan mensosialisasikan gerakan menolak pelaku kejahatan berat kepada tujuh parpol besar," ujarnya.

Pihaknya hanya mengingatkan, diterima atau tidak itu terserah partai yang bersangkutan."Tapi pastinya kalau ternyata masih tetap melakuakn duet dengan parpol pelanggar HAM, berarti mereka hanya melihat kekuasaan dan harta di mana Prabowo lebih potesial dan dominan di publik," pungkas Suciwati.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement