JAKARTA - Mundurnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar menyisakan pekerjaan rumah bagi Golkar. Partai berlambang beringin ini pun menyerahkan kepada forum untuk menentukan siapa pengganti JK.
"Jadi begini Golkar sekarang beda dengan dulu. Kalau dulu, setahun sebelum keputusan sudah ada oh.. si A nanti jadi ketua. Kami di Golkar sangat-sangat demokratis, nanti diserahkan ke floor," kata Sekjen Partai Golkar Sumarsono di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (15/7/2009).
Ditanya dukungan terhadap salah satu kader Golkar, Sumarsono mengatakan, "Siapa saja. Mau Pak Ical, mau Pak Hamid, atau Pak Joko silahkan. Nanti forum yang menentukan," tuturnya.
Sumarsono juga enggan berspekulasi dengan siapa yang nanti akan duduk di Golkar satu. "Jadi kalau saya mengatakan nanti yang ini atau itu, nanti bisa berpengaruh. Kebetulan saya sekjen, jadi harus benar-benar taat pada asas organisasi," tegasnya.
Kekalahan Golkar saat pileg dan pilpres memicu sejumlah kader geram. Mereka pun mewacanakan akan terjadinya Munaslub untuk segera mengganti posisi JK yang dinilai tak mampu membawa Golkar memenangi pesta rakyat itu.
(Farid Rusdi/Trijaya/kem)