SBY Panggil Menlu & Membudpar Bahas Tari Pendet

Tari Pendet dari Bali yang diklaim sebagai salah satu budaya milik Malaysia. (Foto: ikhsanamq.files.wordpress.com)

Tari Pendet dari Bali yang diklaim sebagai salah satu budaya milik Malaysia. (Foto: ikhsanamq.files.wordpress.com)

JAKARTA - Panasnya isu Tari Pendet di kalangan warga negara Indonesia, yang dikabarkan diklaim sebagai tarian milik Malaysia, tak rurung membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak mau berdiam diri.

Siang ini, sekira pukul 13.30 WIB, Selasa (25/8/2009), Presiden memanggil Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, untuk membahas tema yang kembali memanaskan hubungan Indonesia-Malaysia ini.

Berdasarkan info yang diterima dari Biro Pers Kepresidenan, Presiden akan didampingi Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Klaim Tari Pendet diketahui saat Discovery Channel menayangkan iklan Visit Malaysia 2009. Dalam iklan tersebut terdapat empat orang wanita yang menarikan Tari Pendet sebagai bagian dari budaya Malaysia.

Iklan ini sontak membuat masyarakat Indonesia geram. Karena masyarakat mengetahui jika Tari Pendet merupakan kesenian asli dari Pulau Dewata Bali.

Tidak kali ini saja, Malaysia mengakui budaya Indonesia sebagai budayanya. Sebelumnya, Batik, Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, bahkan makanan Tempe pun ikut diakui Negeri Jiran yang menasbihkan dirinya sebagai The Truely Asia.

(hri)
Live Streaming
Logo
breaking news x