getting time...

Warga Cirebon Tolak Pemakaman Syaifudin & Syahrir

Sabtu, 10 Oktober 2009 19:08 wib

CIREBON - Warga tempat leluhur Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menolak Syaifudin dan Syahrir yang diduga tewas dalam peristiwa penyergapan di Ciputat, Tangerang kemarin siang, dimakamkan di kampung itu.

Menurut Kepala Dusun Benjaran, Makid (40) sejak semalam hingga dini hari tadi, sedikitnya 30 orang aparat desa, tokoh warga, dan aparat kepolisian menggelar rapat. Alhasil, rapat tersebut memutuskan bahwa warga di sana menolak jika kedua jenazah teroris dikebumikan di TPU setempat.

"Jaelani (ayah Syaifudin dan Syahrir) memang lahir di sini dan di masih banyak kerabatnya di kampung kami. Namun, karena Syaifudin dan Syahrir bukan warga sini, kami bersepakat tidak menerima pemakaman dilakukan di kampung kami," papar Makid di rumahnya, Sabtu (10/10/2009).

Dikatakan Makid, selain bukan warga setempat, penolakan tersebut juga dikarenakan keduanya merupakan gembong teroris. Warga di tempat itu enggan kampungnya dikait-kaitkan dengan teroris.

Tidak hanya di daerah orangtuanya, penolakan tersebut juga disampaikan warga Kelurahan Perbetulan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang merupakan kediaman istri Syaifudin, Siti Kholifah Sari alias Opi. 

Menurut paman Opi, Fahrurrozi, jika Syaifudin minta dimakamkan di tempat kelahiran istrinya, warga sekitar sudah menyatakan bakal menolak.

"Dia bukan warga Perbetulan. Warga di sini bahkan kami selaku keluarga Opi juga sepakat untuk menolak pemakaman dilakukan di kampung kami. Kami tidak ingin, daerah kami dikotori dengan adanya makam pelaku teroris," tandasnya.
(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/lsi)

  • bejo » 0 Tanggapan
    @heru : ralat dikit mas heru nulisnya Allohu Akbar bukan Allah Huakbar.....ayo tulisanku ini diralat juga kalo kurang benar...ketahuan deh kalo........tau sendirilahh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bejo » 0 Tanggapan
    @heru : ralat dikit mas heru nulisnya Allohu Akbar bukan Allah Huakbar.....ayo tulisanku ini diralat juga kalo kurang benar...ketahuan deh kalo........tau sendirilahh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • GOBLOK » 0 Tanggapan
    PASTI TIDAK MAU DAERAHNYA DI CAP SEBAGAI DAERAH TERORIS YA?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • teguh riyadi » 0 Tanggapan
    betapa naifnya mereka, harusnya mereka sadar setiap kita yang meninggal akan kembali ke pangkuan Allah SWT tak peduli dia teroris, perampok, pembunuh, pemerkosa, koruptor, pejabat dll, sadarlah wahai rakyat indonesia. Koruptor lebih jahat dari mereka berdua, koruptor lebih menyengsarakan rakyat, sudah sepatutnya mereka juga dilarang dikubur di tanah indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • heru » 0 Tanggapan
    apa yg dilakukan warga cirebon sudah benar,warga mana mungkin cari muka. warga ingin daerahnya tidak mau dicap kampung teroris,mereka ingin membuktikan bahwa mereka menolak segala bentuk kejahatan terorisme apalagi pelaku menjelekkan islam! ini juga membuktikan,Allah maha besar & ini merupakan azab Allah yg diberikan kepada mereka bahwa di dunia saja mereka tidak diterima apalagi ketika di hadapan Allah! Allah Huakbar..Allah Huakbar..Allah Huakbar..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.