CIREBON - Warga tempat leluhur Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menolak Syaifudin dan Syahrir yang diduga tewas dalam peristiwa penyergapan di Ciputat, Tangerang kemarin siang, dimakamkan di kampung itu.
Menurut Kepala Dusun Benjaran, Makid (40) sejak semalam hingga dini hari tadi, sedikitnya 30 orang aparat desa, tokoh warga, dan aparat kepolisian menggelar rapat. Alhasil, rapat tersebut memutuskan bahwa warga di sana menolak jika kedua jenazah teroris dikebumikan di TPU setempat.
"Jaelani (ayah Syaifudin dan Syahrir) memang lahir di sini dan di masih banyak kerabatnya di kampung kami. Namun, karena Syaifudin dan Syahrir bukan warga sini, kami bersepakat tidak menerima pemakaman dilakukan di kampung kami," papar Makid di rumahnya, Sabtu (10/10/2009).
Dikatakan Makid, selain bukan warga setempat, penolakan tersebut juga dikarenakan keduanya merupakan gembong teroris. Warga di tempat itu enggan kampungnya dikait-kaitkan dengan teroris.
Tidak hanya di daerah orangtuanya, penolakan tersebut juga disampaikan warga Kelurahan Perbetulan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang merupakan kediaman istri Syaifudin, Siti Kholifah Sari alias Opi.
Menurut paman Opi, Fahrurrozi, jika Syaifudin minta dimakamkan di tempat kelahiran istrinya, warga sekitar sudah menyatakan bakal menolak.
"Dia bukan warga Perbetulan. Warga di sini bahkan kami selaku keluarga Opi juga sepakat untuk menolak pemakaman dilakukan di kampung kami. Kami tidak ingin, daerah kami dikotori dengan adanya makam pelaku teroris," tandasnya. (Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/lsi)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan