JAKARTA - Teroris. Image menyeramkan itu terlanjur melekat pada diri almarhum Syaifudin Zuhri dan adiknya Mohamad Syahrir, setelah polisi berhasil menembak mati keduanya saat penggerebekan di Ciputat, Jumat pekan lalu. Lantas bagaimana sosok Zuhri di mata sahabat dekatnya?
Abu Syuhada, sahabat kecil Zuhri, yakin bahwa perbuatan yang dilakukan sohibnya itu, sudah berdasarkan pertimbangan yang matang dan keyakinan yang kuat.
"Kawan-kawan beliau (Zuhri), tetap menganggap beliau sebagai garis perjuangan dan tidak menganggap salah satau benar. Beliau tidak mungkin melakukan perbuatan itu tanpa pertimbangan dan keyakinan," ujarnya di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2009).
Keluarga Zuhri, lanjut Syuhada, juga tidak mungkin mengajarkan hal-hal yang negatif terhadap Zuhri dan Syahrir. "Beliau mengenai Islam garis keras setelah dewasa," tegasnya.
Dia mengaku, terakhir bertemu Zuhri pada 2007 silam, dan hanya membicarakan masalah keluarga. "Beliau adalah teman saya sejak kecil dan saya juga dekat dengan keluarga beliau. Saya ingat waktu itu dia meminum air zam-zam yang diberikan ibu saya. Kemudoan dia berdoa, semoga saja dia bisa minum air (zamzam) ini saat berada padang mahsar," kata pria yang tinggal di Depok Jawa Barat ini.
Zuhri, kata dia, juga hafal Al-Quran dan tidak pernah mengikuti pengajian yang terikat. "Beliau hanya mengikuti pengajian biasa-biasa, dia hafiz Quran, pembawaannya tenang dan banyak orang yang senang dengannya," kata dia.
Ditanya mengenai Syahrir, Syuhada mengaku tidak terlalu mengenal Syahrir. "Saya tidak terlalu kenal Syahrir. Namun setahu saya Syahrir pernah belajar menjahit waktu masih muda," pungkasnya.
(Ronald)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.