Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswa SMA Ciptakan Helm Oksigen bagi Polantas

Abdul Rouf , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2009 |07:12 WIB
Siswa SMA Ciptakan Helm Oksigen bagi Polantas
(Foto: Abdul Rouf/Koran SI)
A
A
A

SIDOARJO - Bukan hanya robot yang sering menjadi juara kontes nasional dan internasional. Siswa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 (SMAMDA), ternyata banyak menciptakan inovasi baru yang bermanfaat.

Kreasi terbaru siswa sekolah yang berada di Jalan Majapahit, Sidoarjo, ini adalah refresing helm atau helm oksigen untuk polisi lalu lintas (polantas). Hasil kreasi siswa ini, menyabet predikat pemenang dalam National Young Innovator Awards (NYAI) di Taman Mini  Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu pekan lalu.

Bukan hanya penghargaan yang ingin diraih dengan menciptakan helm refresing oksigen ini. Namun, manfaat helm itu bagi manusia yang bisa digunakan dibeberapa kondisi. Selain, bisa untuk mencegah polusi dan cocok digunakan untuk polantas, helm ini bisa digunakan untuk petugas PMK saat memadamkan api dan orang yang menderita asma.

Dua pelajar SMAMDA yang menoreh catatan manis dan mengharumkan nama Sidoarjo  kali ini adalah Agus Arif Rahman dan Edwin Aditya Herbanu. Keduanya pelajar kelas 12 (kelas 3) IPA. Mereka keluar sebagai  pemenang dalam kategori teknologi tepat guna dengan buah karyanya berupa refreshing  helm.

Untuk membuat helm oksigen, tidaklah butuh biaya besar. Agus dan Edwin yang tergabung dalam Klub Rekayasa Teknologi SMAMDA, tidak membutuhkan biaya besar. Bahan bakunya berupa helm SNI yang dibeli seharga Rp165 ribu. Mereka kemudian merangkai helm itu, ditambah, plat besi untuk tempat tabung oksigen dan tabung oksigen. Selanjutnya,  sensor yang bisa secara otomatis menyuplai oksigen bagi  pemakainya ketika pemakai membutuhkan oksigen.

"Untuk merakit helm ini membutuhkan waktu sekitar satu seminggu. Biaya yang kita keluarkan menghabiskan dana sekitar Rp1,5  juta," urai Agus Arif Rahman, sambil memeragakan cara memakai helm ini.

Dua siswa kelas 12 IPA ini kompak mengaku, kalau dibuatnya helm oksigen itu karena kerja tim. Helm itu, tinggal menyempurnakan saja. Karena, masih banyak kekurangan, salah satunya ketika berada ditempat panas, karena tabung oksigen ada ukuran tingkat panas tertentu.

"Dulunya helm ini buah karya kakak kelas kami, tapi kondisinya belum seperti sekarang. Kita rombak lagi agar bisa dimanfaatkan untuk beberapa kondisi. Helm ini cocok digunakan untuk polantas yang sehari-hari sering berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan polusi," ujar Edwin.

Agar mudah digunakan sesuai keinginan pemilik, helm ini dilengkapi dengan tombol manual dan otomatis. Untuk tombol manual, oksigen bisa dihirup sesuai keinginan yang memakai. Sedangkan untuk penggerak motorik (otomatis), akan berfungsi jika oksigen disekitar kita di bawah 20 persen.

Bukan hanya itu, helm oksigen ini juga cocok dibuat untuk pembalap dan pengendara sepeda motor. "Sekarang ini kan banyak polusi, jadi helm ini cocok digunakan saat berkendara," imbuh  Agus Arif Rahman.

Yudhi Triwibowo, pembina klub rekayasa teknologi SMAMDA, mengatakan helm ini akan dipatenkan. Dia sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Karena bagaimanapun, hasil karya siswa harus dihargai.

"Harapan kami ke depan, helm ini bisa digunakan untuk kalangan luas. Kami akan menyempurnakan helm refresing ini agar lebih bermanfaat," papar Yudhi yang juga menjadi pembina klub robotic SMAMDA Sidoarjo.

Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo, Hidayatullah mengatakan, dalam NYIA itu  sekolahnya mengirimkan empat tim. Dari empat tim itu, yang lolos ke final  hanya satu tim saja yakni Agus Arif Rahman dan Edwin Aditya Herbanu. Refreshing helm yang dibawa dalam lomba yang diikuti pelajar SMP dan SMA  se-Indonesia itu merupakan penyempurnaan helm oksigen yang baru-baru ini  memenangkan lomba cipta elektronika nasional yang digelar di ITS Tahun 2008.

Setelah memenangkan lomba di ITS, lanjut Hidayatullah, muridnya berusaha  menyempurnakan helm yang kala itu disebut helm oksigen. Setelah  disempurnakan, helm itu diberi nama refreshing helm. "Kedepan, kami berkeinginan helm ini diedarkan secara luas kalau sudah dipatenkan," ujarnya.

Hidayatullah menambahkan, helm ini bisa  menyuplai pemakainya ketika kekurangan oksigen. Sehingga cocok untuk petugas PMK, pembalap, dan siapa saja yang berada di cuaca yang rentan kekurangan  oksigen.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement