JAKARTA - Tewasnya Noordin M Top, Syaifudin Zuhri, dan Syahrir dianggap signifikan memutus rantai jaringan teroris di Indonesia. Namun dikhawatirkan ini belum menuntaskan sejumlah aksi teror di Indonesia.
"Polisi mengejar geng Noordin dan sel-sel dia lebih dahulu. Jadi pola Noordin kini memang sudah hilang tapi generasi Noordin dengan pola berbeda masih banyak, networking masih banyak," ujar pengamat teroris Mardigu kepada okezone, Rabu (14/10/2009).
Mardigu memberi contoh Dulmatin dan Umar Patek. Keduanya diduga memiliki pola berbeda dari Noordin dalam melancarkan aksinya.
"Tapi sedikit banyak pola mereka sudah diawasi oleh polisi," katanya.
Seperti diketahui, Noordin tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo pada Kamis 17 September dini hari lalu. Sedangkan Syaifudin dan Syahrir tewas dalam penggerebekan di Ciputat pada Jumat 9 Oktober lalu.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.