Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Ujian "Mak Erot" Menyesatkan

Fitra Iskandar , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2009 |14:02 WIB
Soal Ujian
A
A
A

JAKARTA - Kasus soal bacaan berjudul "Pengusaha Bandel Dikrangkeng Bareng Mak Erot" di ujian tengah semester sekolah dasar kelas VI di Sidoarjo cukup mengejutkan banyak pihak. Soal tersebut dinilai bisa menyesatkan para siswa.

"Soal semacam itu tidak tepat diberikan kepada siswa-siswa SD dan itu bisa menyesatkan siswa," ujar ahli pengajaran bahasa dari Universitas Indonesia Rahayu Surtiati, kepada okezone, Rabu (28/10/2009).

Sosok Mak Erot sangat melekat dengan urusan seks orang dewasa yang sebenarnya belum pantas diketahui anak sekolah dasar. Selain itu, siswa pun akan mengalami kesulitan menjawab soal ujian tersebut, karena mereka tidak mengenal siapa Mak Erot.

"Mak Erot itu kan yang tahu orang dewasa, dengan soal itu mereka tentu jadi bertanya-tanya siapa itu Mak Erot," tambah Rahayu.

Seperti diketahui, Mak Erot adalah ahli pengobatan alternatif yang terkenal memiliki kemampuan memperbesar alat vital pria. Mak Erot yang asal Sukabumi ini wafat pada Juli tahun lalu.

Sementara itu, soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengambil sebuah artikel suara pembaca di sebuah harian yang berjudul "Pengusaha Bandel dikrangkeng bareng Mak Erot," itu beredar ketika siswa sekolah dasar di Sidoarjo mengikuti ujian tengah semester atau UTS pada Senin 26 Oktober.

Rahayu mengaku heran mengapa soal bacaan tersebut bisa dibuat. Menurutnya seharusnya bila fungsi pengawasan dilakukan dengan baik, soal semacam itu tidak akan beredar.

Memang soal bacaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, jelas Rahayu, umum mengambil bahan yang riil seperti artikel dari media massa. Namun sebaiknya pemilihan soal juga mengukur tingkat kemampuan siswa.

"Kalau untuk ujian SD itu malah sebaiknya diambil dari koran anak atau majalah anak, seperti yang ada di koran-koran nasional," tambahnya.

Dengan kasus ini, Rayahu berpendapat fungsi pengawasan perlu dibenahi, sehingga tidak terjadi lagi kelalaian yang bisa merugikan dunia pendidikan di Tanah Air. Dia membandingkan pada tahun 80-an sensor terhadap buku pelajaran cukup ketat, namun di era reformasi ini justru sensor tersebut seperti tidak berlaku lagi.

"Dulu saya membuat buku Bahasa Prancis, di situ ada gambar orang merokok dan wanita hanya memakai kaus agak terbuka di bagian atas tidak boleh. Padahal itu konteksnya sedang menggambarkan suasana piknik, yang santai. Dulu begitu, ketat, sekarang bebas tapi kebablasan," terang Rahayu.

Mengenai minimnya pengawasan di bidang standar pendidikan saat ini, Rahayu kembali memberi contoh. Dia mengaku menemukan satu buah buku paket pelajaran Bahasa Inggris untuk SMA yang terdapat gambar Cleopatra dan Caesar yang tengah beradegan kurang pantas.

"Gambar itu untuk ilustrasi perasaan bahagia. Tapi gambarnya Cleopatra dan Caesar. Caesar tampak duduk sambil memegang bokong dayangnya, sementara Cleopatra memegang dada pengawalnya, itu kan perselingkuhan, memang tidak ada gambar lain yang lebih pantas," papar Rahayu.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement