SIDOARJO - Munculnya soal ujian "Mak Erot" untuk siswa SD di Sidoarjo mendapat sorotan pedas dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Kejadian itu menunjukkan lemahnya pegawasan di Dindik. Harusnya hal seperti itu tidak terjadi," ujar Akhmad Khoiri Mahfudz, Wakil Ketua PCNU Sidoarjo, Rabu (28/10/2009).
Menurut Khoiri, dalam membuat soal ujian untuk siswa perlu dipertimbangkan betul. Jangan sampai, ada kalimat yang seharusnya belum boleh dimengerti siswa, ternyata diujikan.
"Harusnya kalau sudah tahu ada soal dan ada kalimat seronok soal langsung ditarik. Ini tidak, malah kalimat yang seronok saja yang dihapus. Apa mungkin bisa menghapus kalimat seronok, padahal soalnya kan ribuan," imbuhnya.
Sorotan serupa juga diungkapkan Abdul Basith, Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Sidoarjo. Menurutnya, atas kejadian ini Dinas Pendidikan tidak hanya sekadar minta maaf dan mengaku khilaf. Namun, perlu dijelaskan kepada masyarakat kenapa insiden ini sampai terjadi.
"Jadi kronologis pembuatan soal, siapa saja yang membuat, cetak dan sampai penyebarannya perlu dijelaskan. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya kenapa semua ini bisa terjadi," ungkap Basith.
Dia menambahkan, dengan keluarnya soal ujian yang ada kalimat seronok itu berpotensi menimbulkan citra buruk pendidikan di Sidoarjo. Karena, dalam membuat soal pun ternyata belum jeli dalam hal penggunaan etika penulisan dan norma-norma yang ada.
Munculnya soal yang ada kalimat porno ini juga menarik perhatian Polers Sidoarjo.
Kapolres Sidoarjo AKBP Setija Junianta mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu. "Kita akan cek permasalahan itu. Patut disayangkan kalau soal yang ada kalimat seronoknya itu benar adanya ," ujarnya.
Untuk mengetahui kebenaran masalah ini, Polres Sidoarjo akan memintai keterangan penyusun soal yang rubrik atau artikelnya ada kalimat itu. "Mungkin perumus soal itu khilaf, tapi kami juga akan mengkonfirmasikan apa maksud dari kalimat itu. Karena kata baku lain kan masih banyak," tandas Setija.
Seperti diketahui, soal UTS Bahasa Indonesia yang dibagikan kepada siswa, Senin kemarin,terdapat kalimat porno yang tidak pantas dibaca oleh siswa. Temuan ini menuai protes dari wali murid. Pasalnya, soal itu beredar hampir diseluruh sekolah SD di Sidoarjo.(ded)
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.