MEDAN - Eks jurnalis Metro TV Meutya Hafid tak tanggung-tanggung bermain di kancah politik. Beberapa waktu lalu, Meutya memutuskan nonaktif untuk sementara waktu dari dunia televisi dan kemudian maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan I Sumatera Utara.
Namun sayangnya Meutya gagal menuju Senayan setelah Partai Golkar yang mengusungnya hanya mampu meraih satu kursi di Dapil I Sumut. Dia sedikit kalah bersaing dalam jumlah perolehan suara dengan seniornya, Burhanuddin Napitupulu yang kemudian terpilih menjadi anggota DPR-RI.
Belakangan ini, nama Meutya juga disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon yang akan ikut bertarung dalam pilkada Walikota Medan pada Juni 2010.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Meutya, reporter yang pernah diculik gerilyawan di Irak pada 2005 itu menjawab dengan diplomatis.
"Saya masih mempertimbangkannya dulu. Kalau ada dukungan, saya akan maju," ucapnya di Medan, Jumat (6/11/2009).
Sosok Meutya memang juga dijagokan oleh beberapa pakar politik. Karena secara pribadi dia memiliki kapabalitas dan kredebilitas sebagai salah satu calon walikota, khususnya dari kalangan perempuan.
Apalagi melihat perolehan suara dalam pemilu legislatif lalu, yang menunjukkan indikator bahwa banyak warga Medan yang mengenal dan memilihnya.
Bahkan berdasarkan polling yang diadakan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, nama Meutya juga masuk dalam daftar lima kandidat yang diusung oleh warga Medan.
Selain dia, juga ada nama Parlindungan Purba dan Rahmat Syah yang merupakan anggota DPD asal Sumut, serta Ahmad Arif dan Sigit Pramono Asri, politisi dari PAN dan PKS.
Meutya sendiri mengatakan dia akan maju jika ada dukungan dan permintaan dari sejumlah warga atau kelompok masyarakat. Namun jika tidak ada dukungan, Meutya tidak akan mencalonkan diri. Karena kalau hanya keinginan dari pribadi saja, dia mengaku belum siap untuk bersaing.
"Sebenarnya secara pribadi saya belum siap. Tapi jika ada yang meberikan dukungan, saya akan menyiapkan diri untuk maju. Karena itu kan amanah dari rakyat," tambahnya yang saat itu didampingi oleh sang suami, Avian Tumengkol, Pemimpin Redaksi Waspada Online, sebuah media online lokal di Sumut.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai dukungan dari Partai Golkar yang mengusungnya pada pemilu legislatif lalu, Meutya mengaku belum tahu sama sekali. Dia juga hanya akan menunggu dan tidak akan menawarkan diri. Karena menurutnya, siapa yang akan disiapkan sebagai calon walikota dari Partai Golkar adalah keputusan partai.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.