TANGERANG - Tahun depan Kabupaten Tangerang terancam mengalami krisis tenaga pendidik (guru). Itu menyusul akan pensiunnya 1.000 guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Tangerang, akhir tahun ini.
Kepala Seksi Pengembangan Karier, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Encep Sahayat membenarkan soal akan adanya pensiun massal 1.000 guru dari total 7.288 guru berstatus PNS yang kini mengabdi di Kabupaten Tangerang.
"Kondisi itu disebabkan adanya pengangkatan massal (serempak) yang dilakukan pemerintah pada tahun 1974 lalu. Dan merujuk jadwal dari jadwal pengangkatan tersebut, maka penghujung tahun ini merupakan masa jabatan akhir para guru tersebut," kata Encep kemarin. Menurutnya, ribuan guru yang akan pensiun merupakan tenaga pengajar di seluruh tingkatan sekolah, mulai dari SDâ€"SMA.
"Sementara ini, kami masih berupaya mencari cara untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga pendidik ini," tuturnya. Beberapa upaya itu, lanjut Encep, di antaranya dengan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh guru PNS yang akan memasuki pensiun. Kemudian merencanakan pengangkatan guru baru meski berstatus sukarelawan (sukwan).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tangerang Didi Budiharta mengatakan, salah satu jawaban untuk mengisi kekosongan di Kabupaten Tangerang bisa dilakukan setelah hasil tes CPNS diumumkan.
Pasalnya dari 392 jumlah kuota pengangkatan CPNS, 188 posisi untuk formasi guru. "Selain mengandalkan tenaga pendidik yang tengah melakukan tes CPNS, cara lain mengantisipasi persoalan krisis guru tersebut kami akan lebih memperbanyak guru sukarelawan," ujarnya.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.