KEDIRI - Jatmiko Adi (28), seorang TKI yang bekerja di Malaysia, terjatuh dari apartemen setinggi 15 meter. Dia tewas di lokasi dengan kondisi kepala pecah dan tulang di sekujur tubuh nyaris patah.
Kecelakaan terjadi saat korban yang berasal dari asal Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, itu bekerja memperbaiki atap sebuah apartemen di Malaka, Johor. Kakinya terpeleset dan tubuhnya terhempas ke bawah. Kabar duka ini diterima pihak keluarga pada Selasa, 8 Desember lalu.
"Saya mendengarnya sore ini dari seorang teman yang juga bekerja di sana," ujar Heru, adik kandung korban kepada wartawan. Rencananya jenazah Jatmiko akan diterbangkan ke Indonesia Jumat (11/12). Saat ini pihak perusahaan tengah mengurus administrasi pemulangan.
Heru menambahkan keluarga khawatir tentang pengurusan kepulangan kakanya. Pasalnya, PJTKI yang memberangkatkan Jatmiko 2004 lalu, sudah lama bubar. "Tapi kami akan tetap berusaha agar jenazah bisa dipulangkan secepatnya," tutur Heru.
Sementara menerima kabar duka, Sutomo (45) dan Ny Suparmi (43) orangtua Jatmiko langsung menangis. "Di mata keluarga, Jatmiko alias Koko dikenal sebagai anak yang patuh dan rajin. Bahkan bekerja ke luar negeri ini untuk membiayai sekolah adik-adiknya," ucap Suparmi.
Sebelum dikabarkan meninggal, pemuda lulusan sekolah kejuruan mesin itu sempat menyampaikan rindu rumah. "Dia berencana pulang pada Maret 2010. Namun Tuhan berkehendak lain," tambahnya.
Sementara Sutomo mengatakan, anaknya yang membanting tulang sebagai tukang las itu, setahun sekali berkirim uang. Terakhir pada Februari 2008, Jatmiko berkirim uang sebesar Rp2 juta. "Kami hanya berharap jenazahnya bisa segera dipulangkan," paparnya seraya berharap pihak PJTKI juga memberikan bantuanya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.