Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalur Pendakian Gunung Salak Ditutup

Toni Kamajaya , Jurnalis-Jum'at, 25 Desember 2009 |01:12 WIB
Jalur Pendakian Gunung Salak Ditutup
Gunung Salak (Foto: Wordpress)
A
A
A

SUKABUMI - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menetapkan pada awal tahun 2010 mendatang seluruh jalur pendakian menuju kawasan Gunung Salak di Jawa Barat, ditutup sementara waktu. Kebijakan ini sebagai upaya recovery ekologi di kawasan Gunung Salak.
 
“Mulai dari tanggal 1 sampai dengan 31 Januari 2010 nanti, kawasan Gunung Salak tertutup dari aktifitas pendakian. Sebab pada bulan itu diperkirakan cuaca lebih cenderung hujan sehingga sangat bagus untuk dijadikan momen recovery ekologi,” ujar Kepala Balai TNGHS bambang Supriyantono.
 
Diakuinya, ada satu jalur pendakian menuju Gunung Salak yang masih akan tetap terbuka, yakni di pintu masuk Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu. Selama ini jalur tersebut merupakan pintu masuk menuju lokasi peziarahan. Kendati dibuka, namun tidak seluruh masyarakat atau pendaki dapat melaluinya. Sebab perizinan jalur itu salah satunya ditentukan kuncen di tempat ziarah.
 
“Secara resmi Gunung Salak hanya memiliki dua pintu masuk. Selain di Kecamatan Cidahu, tepatnya di kawasan Javana Spa, juga di Gunung Bunder, Kabupaten Bogor. Sedangkan di Desa Giri Jaya hanyalah jalur peziarahan saja,” tegasnya.
 
Selain menempatkan petugas keamanana hutan di setiap pintu masuk, TNGHS juga telah memasang surat imbauan penutupan di lokasi-lokasi pendakian. Termasuk di jalur pendakian yang berada di Bukit Murbay, Cimalati, Kecamatan Cicurug.
 
Ini merupakan pintu masuk ilegal yang kerap dilalui oleh pendaki. Berdasarkan data TNGHS, pada bulan Februari 2009 lalu, enam mahasiswa dan alumnus Yarsi, Jakarta, sempat dinyatakan hilang di kawasan tersebut.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement