MAKASSAR - Sebanyak 100 orang peserta Dialog Akhir Tahun Pusat Studi Demokrasi Universitas Hasanuddin mengirimkan do'a bagi almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di sela pelaksanaan kegiatan.
Pengiriman do'a tersebut dipandu moderator Nasrun setelah dialog berlangsung sekira 15 menit berjalan. Kabar duka diterima salah seorang perserta Heny Handayani melalui pesan singkat yang langsung dikirim ulang ke moderator.
"Kami meminta waktu sejenak untuk mengirimkan do'a bagi salah satu tokoh bangsa yang telah wafat beberapa saat lalu, Gus Dur di RSCM Jakarta. Salah seorang tokoh nasional mantan Presiden RI ke-4. Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya," ajak Nasrun dalam acara yang digelar di Lantai 1 Rektorat Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar Rabu (30/12/2009) malam.
Dialog Akhir Tahun bertajuk Ketidakadilan, Selebritas Baru di Indonesia itu menghadirkan dua orang pembicara dari akademisi Unhas.
Pembicara pertama Dosen FISIP Adi Suryadi Culla menyoroti kondisi kebangsaan saat ini. Menurut Adi, saat ini hukum di Indonesia tidak tegas. Banyak kasus yang tidak tuntas atau tidak tersentuh hukum.
Gus Dur meninggal di RSCM setelah menjalani operasi gigi pada Senin 28 Desember kemarin. Kondisi Gus Dur sempat membaik, namun pada Rabu sore sekira pukul 18.45 WIB akhirnya mantan Presiden itu menghembuskan nafas terakhir.
Yusuf Misbach, anggota tim dokter RSCM yang merawat Gus Dur mengatakan, mantan Presiden RI itu meninggal akibat komplikasi yang diderita Guru Bangsa ini. “Ini berkaitan dengan penyakit diabetes, ginjal, stroke dan jantung," katanya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.