Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sungai & Situ di Depok Tercemar Bakteri E-Coli

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2010 |12:45 WIB
Sungai & Situ di Depok Tercemar Bakteri E-Coli
Situ Rawa Besar di Depok
A
A
A

DEPOK - Hampir seluruh sungai dan situ di Depok mengandung bakteri e-coli dan tercemar limbah rumah tangga.  
Hal itu akibat padatnya pemukiman yang menghasilkan limbah rumah tangga. Hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kota Depok menyebutkan hampir 80 persen sungai dan situ di Depok masih memenuhi standar baku mutu.
 
Artinya, masih ada 20 persen sungai dan situ yang tercemar limbah yang dapat ikut mencemari air tanah, serta berbahaya bagi kesehatan.
 
Badan Lingkungan Hidup Kota Depok mencontohkan, Situ Rawa Besar adalah situ dengan kadar pencemaran Bakteriology Oxigen Demand (BOD) tertinggi yaitu 87 mg/liter melebihi ambang batas yang hanya 6 mg/liter. Sedangkan secara kimiawi, atau Chemical Oxigen Demand (COD) juga mencapai 116 mg/liter melebihi standard 50 mg/liter.
 
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Rahmat Subagyo mengatakan, masyarakat harus mampu mengurangi kadar tersebut dengan memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Pencemaran secara kimia, kata Rahmat, disebabkan oleh air cucian dan sabun dari rumah tangga.
 
"Warga harus dapat mengolah sendiri, karena kalau mencemari sungai, dapat mencemari air tanah juga," katanya kepada wartawan, Selasa (05/01/10).
 
Sedikitnya terdapat 16 titik situ dan 19 titik sungai yang sudah diuji oleh Badan Lingkungan Hidup sejak November 2009. Di antaranya, Situ Rawa Besar, Situ Bahar, Situ Cilodong, Sungai Ciliwung, dan Kali Cikumpa.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement