TEGAL - Angka buta aksara di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga saat ini tergolong masih tinggi. Dari data Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikora) setempat, masih terdapat 1.220 warga yang belum melek huruf. Jumlah warga buta aksara itu tersebar hampir merata di 18 kecamatan.
Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dikpora Pemkab Tegal, Danang Setyo mengatakan jumlah warga buta aksara itu sedang disisir petugas tutor untuk diikutkan dalam program pembinaan dan pemberantasan buta aksara.
"Target kami 2010 ini warga yang masih buta aksara sudah bisa dituntaskan," katanya, Rabu (6/1/2010).
Menurut dia, jumlah warga buta aksara sebanyak 1.220 orang ini ditemukan tersebar di delapan kecamatan. Yakni, Kecamatan Bumijawa 480 orang, Lebaksiu 60 orang, Pangkah 60 orang, Dukuhwaru 220 orang, Talang 20 orang, Tarub 100 orang, dan Kramat 220 orang.
Sebagian besar warga buta aksara itu didominasi usia di atas 45 tahun. Data ini hasil survei yang dilakukan petugas di masing-masing desa dan kecamatan.
"Kita berusaha menemukan sebanyak mungkin warga yang masih buta aksara untuk diikutkan dalam program pembinaan," jelasnya.
Danang mengemukakan, program penuntasan buta aksara ini sudah dilakukan sejak 2006. Total warga buta aksara yang sudah berhasil dituntaskan hingga 2009 ini sebanyak 76.078 orang yang tersebar di 18 kecamatan.
Jumlah warga yang sudah melek huruf ini tergolong tinggi dibanding daerah lain. Program ini melibatkan semua elemen masyarakat, seperti TNI, Fatayat NU, Muslimat NU, dan Aisiyah.
"Kami kerjasama dengan semua elemen masyarakat terutama organisasi massa," katanya.
(Kastolani/Koran SI/hri)