JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan pemilihan Letjen Sjafrie Syamsudin sebagai Wakil Menteri Pertahanan, tidak perlu dibesar-besarkan.
“Kita harus sayang kepada bangsa ini. Pak Sjafrie adalah anak bangsa yang patut dibanggakan,” kata Patrialis di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/1/2010).
Dia menambahkan, keterkaitan Sjafrie dengan peristiwa pelanggaran HAM, seperti tragedi Semanggi 1998, sejauh ini tidak dapat dibuktikan. “Tidak ada lembaga yang mengatakan Pak Sjafrie bersalah. Kita lihat prestasinya baik, makanya dilantik jadi wakil menteri,” jelas Patrialis.
Dia berkomentar, sejauh ini tidak ada lembaga hukum yang menyatakan mantan Pangdam Jaya itu bersalah, karena memang pada dasarnya dia tidak terlibat. “Harus dibuktikan tidak bersalah, wong tidak bersalah kok, harus dibuktikan,” tandas Patrialis.
Sjafrie dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Rabu 6 Januari untuk mendampingi Menhan Purnomo Yusgiantoro. Berbagai LSM, seperti Imparsial menilai pemilihan mantan Kapuspen TNI menjadi kontroversi karena kasus HAM berat yaitu Tragedi Semanggi pada Mei 2008 lalu. Inilah yang menyebabkan kunjungan dirinya ke Amerika Serikat sempat ditolak.
Imparsial justru menilai, pemilihan Sjafrie akan kontraproduktif bagi pemerintahan SBY. Sebab di dunia internasional nama Sjafrie sudah tercoreng.
Sementara itu, dalam programnya, Sjafrie berjanji tidak akan menjadikan posisi Wamenhan eksklusif tapi justru memperkuat Menhan.
Ironisnya saat memaparkan sebagian program, Sjafrie justru menyatakan tidak akan mengesampingkan perhatian khusus Presiden mengenai kebijakan strategi berkaitan dengan pembangunan kekuatan negara, anggaran, serta industri pertahanan yang akan dijadikan ikon sebagai tantangan internasional.
(ton)