Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bilqis, Penderita Atresia Billier Kian Miris

Annisah , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2010 |14:20 WIB
Bilqis, Penderita <i>Atresia Billier</i> Kian Miris
A
A
A

JAKARTA - Malang nasib Bilqis Anindya Passa. Bayi mungil berusia 17 bulan ini menderita penyakit Atresia Billier alias saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Bilqis kini tergolek lemas dengan perut membesar, kulit menghitam dengan mata kekuningan.

Dewi Farida, ibunda Bilqis, mengaku baru mengetahui penyakit yang diderita puterinya, setelah Bilqis berusia tiga hari setelah dilahirkan di Rumah Sakit Tambak, Manggarai Jakarta Selatan 20 Agustus 2008 lalu.

“Setelah tiga hari kulitnya kuning dan perut membesar. Makanya cuma saya yang boleh pulang, anak saya harus disinar dulu,” kata Dewi di rumahnya, Jalan Kramatsentiong, Gang Mesjid No E87 F, RT 07/06, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2010).

Rumah Sakit Tambak, lanjut Dewi, saat itu merujuknya ke Rumah Sakit Thamrin untuk dilakukan pemerksaan USG, namun dirujuk lagi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Saat itu, Dewi menuturkan, dr Hanifah Aswari, seorang dokter spesialis hati untuk anak RSCM menganjurkan untuk segera dilakukan operasi, jika tidak dilakukan dalam waktu dua bulan, maka tidak mustahil organ hati Bilqis bakal mengeras.

Saat Bilqis berusia 50 hari, lanjut Dewi, keluarga pun menyetujui untuk melakukan operasi dengan biaya sekira Rp100 juta. Namun, setelah operasi, kondisi Bilqis tetap tidak menunjukkan kemajuan, bahkan terlihat lebih parah.

“Mungkn Rabu besok Bilqis akan dibawa RS dr Hariadi Semarang untuk dilakukan cek, jika memungkinkan akan dilakukan operasi lagi,” katanya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement