JAKARTA - Pengamat politik UI Boni Hargens mempertanyakan kebenaran visum yang diajukan Ramadhan Pohan, untuk melaporkan dugaan pemukulan yang dilakukan George Junus Aditjondro dalam peluncuran buku “Gurita Cikeas”.
“Karena saat bertemu dengan Ramadhan Pohan {nyelawat} Gus Dur, tidak terlihat bukti penganiayaan terhadap dia,” kata Boni di Mapores Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Kamis (25/2/2010).
Oleh karenanya, dia menduga ada rekayasa visum yang diberikan politisi Partai Demokrat itu kepada polisi.
“Seharusnya visum itu dari polisi. Saat itu dia harus melapor ke polisi dahulu dan mendapat rekomendasi visusm dari polisi, tetapi saat ini visum itu dari dua rumah sakit,” tandasnya.
Kita, tambah Bone, akan melakukan penelusuran apakah visum tersebut sudah sesuai dengan hukum atau belum.
“Kita akan menelusuri, apakah hasil visum itu didapat melalui mekanisme hukum atau tidak. Apakah ada surat dari polisi, karena bisa saja ada rekayasa kerja sama dengan dokter,” kilahnya.
Ramadhan melaporkan George ke Polres Jakarta karena dirinya mendapat perlakukan tidak menyenangakn dari penulis buku “Gurita Cikeas” itu. Pasalnya dalam peluncuran buku tersebut, buku yang dipegang George mengarah ke muka Ramdahan.
(kem)