DEPOK – Pemerintah Kota Depok langsung membentuk tim reaksi cepat penanganan kasus flu burung pasca ditemukannya puluhan unggas mati mendadak dan positif terjangkit virus flu burung.
Dinas Pertanian Kota Depok juga menyemprotkan cairan disinfektan kepada kandang–kandang ternak milik warga yang ternaknya terjangkit virus H5N1.
Bahkan, Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail sudah membuat surat edaran dan menyebarkan ke 11 kecamatan terkait waspada flu burung. Surat edaran tersebut meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan penularan virus flu burung, baik bagi warga, peternak, maupun tempat pemotongan unggas.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Depok Dadang Sutisna mengatakan, ayam yang terkena virus flu burung di Depok disebabkan oleh ternak perkampungan yang tidak dikandangkan. Sehingga, ayam yang masih tersisa, mulai kini harus dikandangkan dan dikarantina selama 14 hari.
“Kita karantina selama 14 hari, nanti kalau ternyata setelah 14 hari tertular virus tersebut, maka akan kita musnahkan seluruhnya,” katanya kepada wartawan, Senin (01/03/10).
Dadang menambahkan, ayam–ayam yang mati mendadak tersebut terbukti positif terjangkit flu burung pasca diuji dengan menggunakan rapid test. Pihaknya, kata Dadang, sudah menyemprotkan cairan disinfektan ke 12 kepala keluarga.
“Tindakan kita sudah menyemprotkan disinfektan, setelah kejadian di Limo kemarin belum ada laporan lagi dan belum ada kasus lain,” jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak 26 ayam milik warga di Kecamatan Limo Depok mati mendadak dan positif terjangkit virus H5N1. Dinas Kesehatan juga sudah memeriksa sejumlah warga yang berada di sekitar kejadian.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.