getting time...

Tak Ada Harapan Polisi & Jaksa Tangani Century

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Jum'at, 12 Maret 2010 11:24 wib
Pansus Century saat rapat (Foto: Heru H/okezone)
Pansus Century saat rapat (Foto: Heru H/okezone)

JAKARTA - Tidak ada harapan pada polisi dan jaksa akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana oleh pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century sebagaimana rekomendasi DPR.  
Hal ini dikarenakan polisi dan jaksa hanya akan menindaklanjuti, apabila ada permintaan dari presiden.
 
Demikian dikatakan Peneliti LIPI Syamsuddin Haris, dalam diskusi Hubungan Pemerintahan dengan Parlemen Pasca Hak Angket Century di Press Room DPD, Jumat (12/3/2010).
 
“Tentu saja permintaan Presiden tidak akan pernah ada, karena menurut Presiden SBY dana talangan itu sudah benar untuk menyelamatkan perekonomian kita,” katanya.
 
Menurut Syamsuddin, yang lebih menjanjikan harapan adalah KPK karena lembaga itu independen dan tidak bisa diintervensi presiden. Jika dalam penyidikannya, KPK menemukan adanya tindak pidana, temuan itu bisa berbalik ke DPR untuk dijadikan dasar hak menyatakan pendapat, yang dapat berujung pemakzulan terhadap Wakil Presiden Boediono.
 
Dalam kesempatan yang sama Direktur Indef Ikhsan Mojo mengatakan, KPK bukan pada tempatnya melaksanakan rekomendasi DPR. Karena yang terungkap dalam Pansus Century lebih banyak mengarah pada tindak pidana perbankan.
 
“KPK hanya tindak pidana korupsi. Jangan terlalu banyak berharap pada KPK,” ujar Ikhsan.
 
Pendapat Ikhsan dibantah Mahfudz. Mahfudz mengatakan, temuan Pansus justru lebih berat mengarah kepada KPK untuk menindaklanjutinya. Dia mencontohkan, pengawasan lemah di Bank Indonesia (BI).
 
Bisa jadi pengawas BI tidak menerima suap atau gratifikasi. Tetapi secara nyata menguntungkan pihak lain secara tidak sah. “Itu masuk pidana korupsi,” katanya.
 
“KPK jangan aneh-anehlah. Saya dengar katanya perlu dua tahun untuk mengusut. Perlu bukti tambahan. Kurang apa lagi temuan pansus,” tambahnya.
 
Harusnya, imbau Mahfudz, KPK menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti temuan Pansus secepatnya.

(lsi)

  • amancik » 0 Tanggapan
    FUN-SUS=KASUS LUCU seharusnya pansus itu vocus menyelidiki benar tidak dana bailout itu diterima oleh orang yg memiliki rek di bank century.soal rek dipecah-pecah jadi 2M itu namanya usaha.Emang anggota PANSUS mau mengganti uang nasabah kalau sampai tidak terbayar? kalau ibuk Srimulyani jelas membela kepentingan RAKYAT/NASABAH.serta kepentingan Karyawan biar tidak di PHK.gimana Bung....kurang jelas..!!!tak siram cabe rawit biar jelas mata sampean.......????
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ardi » 0 Tanggapan
    Saya merasa ada sebuah konspirasi u/menjatuhkan/menyudutkan Pem SBY, konspirasi ini termasuk dengan Media sehingga menimbulkan opini yg buruk ke Pem SBY, padahal pansus belum bisa membuktikan kesalahan Sri Mulyani & Boediono, kalau ngak percaya chek aja secara komprehensive
    Beri Tanggapan Laporkan
  • anti korupsi » 0 Tanggapan
    Hei rakyat Indonesia ... jangan ikut2an ketipu, cukup S&B;aja yg ketipu ... dan harus dipertanggung jawabkan oleh SBY sbg orang yg memutuskan walaupun tdk legal krn dia sedang berada di luar negeri, jadi seharusnya keputusan JK yg didengar ... mereka telak2 tertipu (kalo ngga minta ditipu, mancing di air keruh alias memanfaatkan keadaan), seharusnya mereka minta maaf ke kalian : telah memutuskan kebijakan yg salah ... tidak mungkin hanya dengan 6.7T bisa menyelamatkan krisis perbangkan yg bersifat SISTEMIK ... 6.7T itu kurang dari 0.1% dari dari dana seluruh nasabah perbangkan di indonesia. Jadi sekali lagi saya bilang bahwa alasan Krisis Perbankan yg bersifat sistemik itu cuma isapan jempol saja ... apalagi diibaratkan dengan rumah perampok yg sedang terbakar, sangat membodohi kalian ... dlm kenyataannya nasabah century yg asli masih terkorbankan, malah terjadi transaksi siluman setelah dana bailout cair ...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • A. Taufik » 0 Tanggapan
    pansus century ? jgn ngatasnamakan rakyat lah mual tahu !!! rakyat ingin kamu kamu memberi langkah maju berpikir kedepan untuk kemajuan rakyat bukan berpaling pada masa lalu !!! hayooo rakyat pendukung Pak SBY kita rapatkan barisan tuk melawan antek2 penghancur bangsa yg slalu bawa2 nama rakyat.insaplah hai anggota DPR pencari kesalahan lawan politikmu.moga tuhan mengampuni dosa2mu yang telah bertindak keji pada negeri ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Udin » 0 Tanggapan
    Pimpinan Polisi dan Jaksa adalah termasuk pembantunya presiden, KPK juga di angkat berdasarkan Keputusan Presiden. Jadi jangan terlalu berharap banyak terhadap KPK. Pansus lanjutkan saja kepada Hak Menyatakan Pendapat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.