getting time...

Warga Cibening Ketakutan Temukan Senpi

Minggu, 14 Maret 2010 20:32 wib
Ilustrasi senjata api (Foto: geekologie.com)
Ilustrasi senjata api (Foto: geekologie.com)

PURWAKARTA - Warga Kampung Bunder RT19/RW07 Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta digegerkan dengan penemuan senjata api (senpi) jenis FN.
 
Senjata itu ditemukan di kebun salah seorang warga. Senpi kaliber 9 mm berikut empat butir peluru itu diduga dibuang para pelaku pencurian yang sebelumnya sempat diuber warga setempat.
 
Sontak saja, peristiwa yang terjadi sekira pukul 07.00 WIB itu membuat seisi kampung tumpah ruah di sekitar kebun milik Ade Usman (32). Pada umumnya, mereka ketakutan jika penemuan ini dapat berurusan dengan hukum. Sehingga Kepala Dusun IV Soleh berinisiatif melapor ke kepolisian terdekat.
 
Menurut Soleh, kuat dugaan senpi yang ditemukan dalam tas kecil warna hitam merek Eiger itu dibuang pelaku kejahatan. Sebab sekira pukul 01.00 WIB, sejumlah warga sempat melihat adanya dua orang bertubuh tinggi besar dengan logat Jawa, berlari ke arah semak-semak. Bahkan ketika itu sempat terdengar suara letusan senjata api sebanyak dua kali.
 
“Bisa jadi mereka panik dan membuangnya ke semak-semak. Malam harinya, kami tidak menyangka kalau yang dibuang itu adalah senpi. Baru ketahuan pagi hari begitu Pak Warno (warga setempat) pergi ke samping rumahnya dan menemukan tas kecil di bawah pohon pisang,” kata Soleh.
 
Selain menemukan senpi, lanjutnya, warga sempat melihat adanya mobil Toyota Avanza warna silver tanpa nomor polisi terparkir di area pemakaman. Jarak mobil dengan lokasi pembuangan senpi sekitar 200 meter.
 
Pihaknya mengindikasikan, pelaku kabur tanpa sempat menggunakan kendaraan. Mereka diperkirakan lari ke arah sawah atau menuju ke kawasan Kota Bukit Indah (KBI).
 
Di tempat terpisah, Kapolres Purwakarta AKBP Hendro Pandowo mengungkapkan, kepemilikan senpi itu masih dalam tahap penelusuran. Sampai sekarang penelusuran akan kepemilikan senpi tersebut belum dapat disimpulkan secara pasti.
 
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi lain terkait jenis senjata yang ditemukan. Sampai saat ini, kita pun terus melakukan penyelidikan apakah pelaku sebelumnya melakukan tindak kejahatan atau tidak,” ungkap Hendro.

(Asep Supiandi/Koran SI/lsi)