Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Mosi Tidak Percaya

Berikut Isi Klarifikasi Gayus Lumbuun

Ferdinan , Jurnalis-Kamis, 18 Maret 2010 |14:59 WIB
Berikut Isi Klarifikasi Gayus Lumbuun
Gayus Lumbuun (Foto: Ajat/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Badan Kehormatan DPR Gayus Lumbuun telah mengirim surat klarifikasi terkait mosi tidak percaya yang dilayangkan sembilan anggota BK DPR beberapa waktu lalu, ke Ketua DPR.

Meski sebelumnya Gayus tak berniat membuka apa yang ditulisnya dalam surat klarifikasi, namun akhirnya dia bersedia membocorkan isi surat itu.

“Pertama harus dipahami saya tidak bermaksud untuk pres rilis, tapi karena sudah beredar maka saya respons sebagai bentuk tranparansi. Saya tidak pernah membuat surat pelaporan balik, yang saya buat itu klarifikasi terhadap mosi tidak percaya yang ditujukan kepada saya, yang dilakukan wakil ketua dan anggota BK yang di media disebut inisiatornya Chaeruman,” papar Gayus di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2010).

Lebih lanjut dia menuturkan empat hal yang diklarifikasi. Yaitu:

Pertama, Gayus enggan memeriksa anggota pansus yang berkata kotor. “Ini sudah saya klarifikasi bahwa saya sebagai pimpinan BK, dengan dasar tata bercara BK, nggak boleh memeriksa dan tidak mengizinkan anggota baru untuk melakukan tindakan tidak sesuai aturan,” katanya.

Menurutnya, hal ini jelas sudah diatur. Jika BK bertindak tanpa dasar maka akan digunakan untuk kepetingan pribadi atau kelompok.

Kedua, Gayus tidak santun dengan anggota dan pimpinan lain. “Bagi saya ini opini yang subjektif. Santun atau nggak itu pikiran orang masing-masing. Bagi saya poin 2 itu opini subjektif,” tandasnya.

Ketiga, Gayus dikatakan tidak bisa lakukan konsep kolegial. Namun dia menyayangkan contoh kolegial yang diajukan dalam mosi tidak percaya itu. Di mana kolegial yang dimaksud yakni berbagi ruangan antara ketua dengan wakil.

“Chaeruman (wakil Ketua BK) memasukkan mejanya. Bagi saya itu justru tidak bisa menghargai kolektifan dari pimpinan dan anggota. Karena sejak periode lalu di sinilah ruang pimpinan atau ketua,” papar Gayus.

Keempat, Gayus disebut otoriter. Untuk poin ini pun Gayus mengaku bingung karena antara otoriter dengan tegas di mana perbedaannya.

“Kalau orotiter, saya dilantik beberapa di BK. Saya sudah dipindahkan ke pansus karena ketentuan tatib saat itu dipahami, tidak boleh ada rangkap jabatan. Lalu saya berhenti. Otoriter yang mana?” ucap dia.

Sebelumnya, sembilan anggota BK DPR melayangkan mosi tidak percaya terhadap Gayus ke Ketua DPR Marzuki Alie. Isi dari mosi tersebut seperti yang diungkapkan Gayus dalam klarifikasinya tersebut di atas.

Seakan menantang para pengaju mosi tersebut, Gayus bertanya balik mengenai siapa yang pantas jadi ketua BK.

“Saya menutup dengan pertanyaan, siapa sekarang yang patut atau tidak patut menjadi anggota pimpinan BK,” pungkas dia.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement