Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Obama Takut Teroris, Yang Tahu Hanya CIA"

Dede Suryana , Jurnalis-Sabtu, 20 Maret 2010 |08:05 WIB
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Beberapa pihak menduga penundaan kunjungan Presiden Obama ke Indonesia tidak semata-mata karena pembahasan UU reformasi kesehatan, melainkan terkait isu terorisme. Benarkah?

Menurut pengamat masalah terorisme Dyno Cressbon, tidak tertutup kemungkinan hal tersebut turut melatarbelakangi penundaan kunjungan Presiden negeri adi daya itu.

“Meskipun ini tidak akan diumumkan kepada siapa pun. Yang tahu ancaman keamanan ini hanya CIA sebagai badan intelijen Amerika. Presiden Amerika mendapat breefing dari CIA dan yang memutuskan tetap Presiden,” ujar Dyno saat berbincang dengan okezone, Sabtu (20/3/2010).

Dyno menjelaskan, Amerika menganut iternational intelijen estimate dan internasional security estimate. Di mana pihak intelijen akan memberikan analisa rahasia tentang ancaman keamanan tertentu terhadap presiden.

“Ini akan disampaikan H-20 sebelum keberangkatan. Jika presiden tetap memutuskan pergi, internasional security yang kemudian dipakai. Pasukan keamanan akan mengerahkan tenaga untuk mengawal keselamatan presiden,” katanya.

Situasi ini, jelas Dyno, seperti terjadi saat kunjungan Presiden George W Bush ke Irak, meski negara itu sedang tidak kondusif dari sisi keamanan.

“Jadi Obama juga bisa saja tetap memutuskan berangkat (ke Indonesia) dan pasukannya yang akan mengerahkan kekuatan untuk mengawal keselamatannya dengan cara cipta kondisi bekerja sama dengan aparat di negara bersangkutan. Badan intelijen di sini hanya melaporkan, soal penjadwalan Deplu yang mengurus,” jelasnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement