JAKARTA - Korban penusukan Listya Magdalena (18) yang kini di rawat Intensif di Rumah Sakit Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat mengaku sempat melakukan perlawanan, namun ruang geraknya terhalangi oleh sabuk pengaman di mobilnya.
Hal itu disampaikan oleh ayah korban, Tan Koen Louw, kepada okezone melalui telepon, Sabtu (20/3/2010). “Saat terjadi itu anak saya coba merebut pisaunya. Tapi anak saya tidak leluasa menahan pisau karena pakai sabuk pengaman juga,” ujar obed, sapaan akrab Tan.
Akibat kejadian itu, kata Obed, tiga jari tangan kiri Listya putus.”Tapi sudah di sambung lagi sama dokter, namun sepertinya cacat,” imbuhnya.
Selain luka di tangan, Listya sedikitnya mengalami 17 luka tusuk di dada.
Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan teman Listya, Maisya Natalia sebagai tersangka penusukan. Namun, tersangka tidak langsung ditahan.
(ded)