Perempuan Stres Rampas Bayi

Minggu, 21 Maret 2010 21:03 wib
Ibu dari Ayu Hasnah Nailuver menggendong anaknya yang lolos dari upaya penculikan di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (21/3). (Foto: Koran SI)
Ibu dari Ayu Hasnah Nailuver menggendong anaknya yang lolos dari upaya penculikan di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (21/3). (Foto: Koran SI)

SIDOARJO - Diduga stress, seorang perempuan nekad berusaha membawa lari bayi perempuan yang masih berusia enam bulan. Beruntung, bayi bernama Ayu Hasnah Nailuver berhasil diselamatkan.  
Kejadian bermula ketika Hujjatul Islamiyah (20), warga Dusun Ginonjo RT 02/37, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, mengasuh anaknya di dalam kamar, sekira pukul 08.30 WIB. Tiba-tiba perempuan tanpa identitas masuk kamar dan merebut bayi mungilnya.
 
Tahu bayinya diambil orang tak dikenal, wanita yang biasa disapa Atul itu berteriak minta tolong dan merebut kembali bayinya. Beruntung bayi yang sudah didekap oleh perempuan tak waras itu berhasil diambil lagi.
Warga yang mendengar teriakan Atul, berdatangan dan menangkap perempuan tak waras itu. Dengan bantuan polisi, perempuan yang berpakaian lusuh itu diamankan ke Polsek jabon. “Saya kaget karena tahu-tahu ada perempuan masuk kamar dan membawa anak saya,” ujar istri Totok Handoko ini. Minggu (21/2/2010).
 
Saat di Polsek Jabon, perempuan itu awalnya mengaku bernama bernama Irawati (37), asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Namun sesaat kemudian, dia berganti nama lagi. Perempuan ini juga bungkam saat ditanya akan dibawa kemana bayi tersebut.
 
Sebenarnya, warga Besuki sering melihat perempuan itu mondar-mandir di kawasan eks tol Porong-Gempol KM 41. Namun, mereka tidak menyangka kalau perempuan diduga stress itu akan mengambil bayi warga setempat.
 
Usai kejadian itu, ibu-ibu warga Besuki, terutama yang tinggal di pengungsian eks tol Porong-Gempol, lebih waspada. Karena selain eks tol itu dekat jalan alternatif Surabaya-Malang, warga juga kerap melihat orang gila berkeliaran di kawasan itu.
 
Kapolsek Jabon, AKP Sunarjo mengatakan untuk memastikan apakah perempuan itu memang gila atau hanya pura-pura, pihaknya akan membawa ke psikiater. Jika berpura-pura gila, maka akan diproses secara hukum.” Kalau memang tidak waras, akan kita bawa ke Dinsos agar tidak meresahkan warga lagi,” ucapnya.
 
Sunarjo menambahkan, pihaknya juga sudah memintai keterangan beberapa warga. Dan, memang benar perempuan diduga tak waras itu dalam beberapa hari ini berkeliaran di kawasan Desa Besuki yang berdekatan dengan tanggul Lumpur.

(Abdul Rouf/Koran SI/ton)