DENPASAR - Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) mengancam akan menculik dan membawa lari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dari arena Kongres III PDIP jika 'disandera' oleh kelompok pro koalisi.
Saat memimpin demo penolakan koalisi dan menyerukan oposisi sebagai harga mati, di halaman Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura, menegaskan sikap mereka akan terus mengawal agar PDIP tetap berada jalur oposisi.
Bersama ribuan pendukung Bendera, Bona menegaskan akan mengambil langkah tegas dan cepat untuk menyelamatkan Mega agar tidak dikerumuni para pengurus yang selama ini berada di blok koalisi yang dimotori kubu Taufik Kiemas.
Ia menengarai jika kubu prokoalisi terus gencar bermanuver di arena kongres termasuk terus merayu Mega untuk bersedia menerima tawaran koalisi dengan pemerintahan SBY, kubu pragmatis inilah yang akan menjadi musuh besar Bendara sebagai kelompok simpatisan yang selama ini mendukung perjuangan PDIP membela rakyat kecil.
"Kalau Megawati disandera, dikelilingi kelompok koalisi, ya tugas kami untuk masuk ke arena kongres, membawa lari Megawati," ancam Bona, Rabu (7/4/2010). Upaya tersebut dilakukan semata untuk menyelamatkan putri Bung Karno tersebut agar tidak tergiur tawaran kubu koalisi.
"Ini sudah menjadi sikap bulat kami untuk masuk ke arena kongres," ucap Bona. Pihaknya tidak ingin PDIP yang selama ini getol memperjuangkan wong cilik kemudian dikotori oleh perilaku elite-elite pengurus PDIP yang pragmatis.
Dipihak lain, Bona kembali menyampaikan soal representasi dua kubu yang ada dalam lingkaran PDIP saat ini terus berebut pengaruh. Untuk kubu prooposisi harus mengikuti Mega dan Prananda sedangkan untuk kelompok koalisi, berarti harus mengikuti Taufik Kiemas dan Puan Maharani.
Demikian pula, Bendara juga sudah melansir jika kelak Mega memimpin kembali PDIP lima tahun mendatang, struktur kabinet koalisi maupun struktur kabinet oposisi. Harapannya, adalah jangan sampi kabinet diisi orang-orang dari kubu koalisi, tidak terlibat masalah hukum seperti korupsi serta tidak menjadi antek-antek Cikeas.
Bendera sudah menjagokan Ketua DPD Papua, Komarudin sebagai poisisi Sekjen mendampingi Mega. "Pak Komarudin mantan aktivis, akan mampu menyatukan Indonesia Barat dan Indonesia Timur, beliau hidupnya juga sederhana, kami kira layak mendampingi Mega," tandasnya.
(fit)