JAKARTA - Kader-kader pro Megawati Soekarnoputri cukup dominan di struktur kepengurusan PDI Perjuangan. Hal ini dinilai untuk mempertegas wajah politik PDIP sebagai partai oposisi.
Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Paramadina Mohamad Ikhsan Tualeka.
“Pilihan mereka tampaknya sudah tanggung, sesuai dengan keputusan sejak lima tahun silam. Jadi dengan dominannya hard line PDIP di struktur, ini untuk mempertegas wajah politik mereka,” jelasnya saat berbincang dengan okezone, Jumat (9/4/2010).
Tujuannya, kata Ikhsan, untuk menunjukkan konsistensi idilogis partai ini, untuk merawat pemilih potensial PDIP. “Dan ini saya kira sudah tepat, karena penurunan elektabilitas mereka beberapa waktu lalu disebabkan oleh ketidakkonsistenan partai,” jelas dia.
Dengan langkah ini, menurut Ikhsan, akan cukup mendongkrak elektabilitas partai, meskipun perilaku pemilih tidak melulu melihat dari partai ini sebagai oposisi maupun koalisi.
"Tapi cukup penting menjaga basis pemilih. Hanya satu yang saya sesalkan, PDIP belum bisa mengembangkan variabel lain dengan menampilkan entertainer mereka seperti saat kongres Golkar di Riau atau saat kongres PAN di Batam. Pola komunikasi mereka yang harus ditingkatkan,” jelas Ikhsan.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.