JAKARTA - Kejaksaan Agung masih terus melakukan upaya pengejaran koruptor yang berada di luar negeri. Salah satu buronan yang menjadi bidikan nomor wahid, yaitu Adrian Kiki, yang saat ini berdomisili di Australia.
Hal ini ditegaskan Wakil Jaksa Agung Darmono. Menurutnya, pengejaran terhadap para koruptor yang sudah masuk DPO terus dilakukan namun diakuinya masih menemui kendala.
“Kalau ekstradisi pertama (skala prioritas) tentu yang ada di Australia (Adrian Kiki). Itukan orangnya sudah ditangkap, ditahan, tinggal masalah ekstradisinya saja. Masih ada masalah-masalah sehingga Pemerintah Australia masih belum melaksanakan seperti harapan kita (dipulangkan),” ujar Wakil Jaksa Agung, Darmono di kantornya, Jumat (6/8/2010).
Dijelaskan dia, kendala yang dihadapi tim pemburu koruptor untuk mengekstradisi Adrian, yakni alasan irasional dari pihak pengacara yang dipandang menyulitkan upaya pemulangan tersebut.
“Itu pengacaranya, jadi penasihat hukum tersangka ada berbagai keberatan menyangkut masalah antara lain persyaratan-persyaratan dalam rangka pelaksanaan sidang in absentia. Apakah orangnya sudah dipanggil secara sah dan sebagainya. Kemudian kekhawatiran kalau dia dimasukkan ke penjara Indonesia, ada kekhawatiran penyakit-penyakit AIDS dan sebagainya. Itukan sebenarnya alasan-alasan yang secara rasional tidak (masuk di akal),” terangnya.
Adrian Kiki Iriawan merupakan Direktur Bank Surya. Oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2002, Kiki dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penyimpangan dana BLBI sebesar Rp1,5 triliun.
Kiki mengucurkan dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada grup perusahaan yang ternyata 103 perusahaan itu fiktif, sehingga mengakibatkan kerugian negara.
Dia dinyatakan melanggar Pasal 1 Ayat (1) sub a jo Pasal 28 jo Pasal 24 c UU No 3/1971 jo Pasal 55 Ayat 1 jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Namun Kiki melarikan diri ke Australia.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.