JAKARTA - Tiba-tiba kader Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengusulkan supaya masa jabatan presiden diperpanjang. Sontak, hal itu menuai reaksi dari para politikus di Tanah Air. Lantas bagaimana sebenarnya kronologis hingga Ruhut melontarkan usulan kontroversi tersebut?
"Usulan itu saya sampaikan dalam forum kami di Cikeas bersama dengan Pak SBY, menteri dari Demokrat, dewan pembina dan juga tokoh Demokrat," kata Ruhut saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Saat itu, cerita Ruhut, dirinya menyampaikan usulan kepada forum Cikeas supaya ada perpanjangan masa jabatan presiden. Saat itu, seluruh forum yang hadir terperangah dengan usul yang disampaikan pria yang kini berkepala plontos itu.
"Mohon maaf tidak ada maksud saya untuk membuat suasana jadi keruh," ucap Ruhut saat dicegat wartawan di DPR.
Tapi, di luar dugaan Ruhut, ternyata selain dirinya sudah ada tokoh lain dari luar negeri yang mengusulkan hal serupa seperti yang diusulkan Ruhut. SBY ketika itu menceritakan Lee Kuan Yew juga sudah mengusulkan agar SBY tetap menjabat sebagai kepala negara di Indonesia.
"Tapi waktu itu Pak SBY bilang berdasarkan UU yang dibuat sudah dibatasi dua periode. Jadi Pak SBY meminta kita untuk bekerja saja untuk rakyat. Karena dia yakin ke depan pasti akan ada pemimpin yang lebih baik darinya," terang Ruhut.
Mendengar ucapan SBY itu, Ruhut tetap ngotot supaya SBY menerima usulannya. "Tapi, SBY tetap pada pendiriannya. Di sini saya bangga melihat orang seperti SBY," urai Ruhut.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.