JAKARTA - Maraknya kasus perampokan bersenjata api belakangan ini, menunjukkan perederan senjata api di Indonesia tidak terpantau oleh Kepolisian.
“Dari mana perampok dapat senjata laras pendek, bahkan laras panjang. Ini patut dipertanyakan, dari mana?” ungkap Kriminolog Universitas Indonesia Iqrak Sulhin saat berbicang dengan okezone, Sabtu (21/8/2010).
Dia menandaskan jika polisi tidak segera memberikan penjelasan, maka dugaan-dugaan akan melebar, mulai Indonesia menjadi perederan senjata gelap atau oknum aparat disersi yang membuat ulah.
“Senjata ini kejahatan lebih besar. Orang akan mengidentikkannya dengan teroris atau bisa jadi dilakukan aparat desersi. Polisi harus bisa membuktikan itu,” tandas Iqrak.
Dia menandaskan, untuk memberikan kenyamanan, polisi harus meningkatkan pengamanan dan langkah pencegahan agar insiden perampokan dengan kekerasan ini tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Polisi harus bisa mencegah hal ini agar tidak terulang lagi dan mengejar pelaku, termasuk mengungkap perederan senjata itu. Yang jelas, tidak mungkin sipil mengunakan senjata,” katanya.
(ton)