KEDIRI - Nur Laela Rofiah, bocah berusia tujuh tahun asal Kelurahan Banjar Mlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menjadi korban kebrutalan ayah tirinya.
Alkohol yang berlebihan membuat Erwan Pasha (27) kehilangan kendali sebagai orang tua yang semestinya mengayomi
Tak hanya tamparan yang membuat bibir Laela mengucurkan darah. Deraan kemoceng yang bertubi-tubi membuat wajah dan tubuh gadis yang masih duduk di Kelas I Madrasah Ibtidaiyah ini gosong kebiru-biruan.
Erwan juga mengusapi mata Laela dengan lumatan cabe rawit, termasuk menyundut tangan korban dengan sebatang rokok. Tidak terima anaknya diperlakukan seperti binatang, Binti Maratus Solihah, ibu kandung Laela melaporkan penyiksaan tersebut ke Mapolres setempat.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi Didit Prihantoro, pihaknya tengah memeriksa pelaku atas tindakan kasar yang telah dilakukan kepada korban. Namun sejauh ini polisi belum bisa memastikan motif penyiksaan yang dilakukan pelaku.
“Kita masih melakukan pemeriksaan. Namun untuk sementara diduga karena pengaruh alkohol. Sebab penganiayaan dilakukan saat pelaku mabuk berat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/9/2010). Penganiayaan berlangsung pada Kamis, 2 September itu terjadi saat korban bersama pelaku hanya berdua di rumah.
Sebelumnya, Erwan yang jarang mengantar Laela ke sekolah, meminta izin Binti Maratus dan Sulasti, mertuanya, untuk mengantarkan Laela. Karena saat itu Binti Maratus dan Sulastri berencana berbelanja ke pasar, keduanya membolehkanya meskipun Erwan bukanlah orangtua kandung Laela.
Binti begitu terkejut ketika hendak menjemput Laela di sekolah mendapat keterangan dari sejumlah guru jika anaknya tidak masuk karena sakit. “Saya langsung SMS Mas Erwan, dan dijawab jika Laela sedang bermain di rumah Pak Sukardi (orangtua Erwan) di Gang VII Kelurahan Banjar Kidul, Kecamatan Mojoroto,” terang Binti.
Menerima jawaban itu Binti dan Sulastri langsung pulang ke rumah. Sementara di rumah Sukardi yang dalam keadaan sepi, Erwan leluasa menyekap Laela sekaligus menyiksanya. Di dalam kamar yang terkunci, berulangkali mulut dan wajah Laela ditampar.
Lelaki dengan mata pencaharian serampangan itu juga menyundur tangan Laela dengan rokok yang dihisapnya. Sukardi yang mengetahui aksi penyiksaan itu mencoba membawa keluar Laela dari dalam kamar.
Namun tindakan orangtua itu membuat Erwan kalap. “Hampir saja kepala Pak Sukardi dipukul dengan botol,” tutur Sulastri yang datang ke lokasi setelah sampai pukul 19.00 Wib Laela tidak kunjung pulang.
Suyono, orangtua Laela yang datang bersama sejumlah warga setempat memaksa Erwan untuk melepaskan cucunya. Laela langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Karena jengkel keluarga memutuskan membawa permasalahan ini ke meja hukum. “Saya tidak takut diancam rumah saya akan diobrak abrik kalau sampai lapor polisi,” tegasnya.
Pelaku memang memiliki kebiasaan bergaul dengan minuman keras. Akibat pengaruh alkohol itu, ia tidak jarang berlaku kasar kepada orang-orang yang dekat denganya.
Polisi yang mendapat laporan langsung mengamankan Erwan ke Mapolres. “Dalam kasus ini pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan anak di bawah umur. Jika terbukti kita akan kenakan hukum setimpal kepada pelaku,” pungkas Kasat Reskrim Didit.
(Solichan Arif/Koran SI/ton)