Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolri Minta Gerakan RMS Diwaspadai

Rizka Diputra , Jurnalis-Jum'at, 08 Oktober 2010 |10:24 WIB
Kapolri Minta Gerakan RMS Diwaspadai
(Dok: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) dinilai menjadi ancaman serius yang patut diwaspadai. Karena itu, Kapolri meminta Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Syarief Gunawan untuk mewaspadai gerakan RMS yang berpotensi memunculkan konflik.

“Masyarakat di Maluku masih menghadapi luka lama, sehingga kemungkinan adanya bentrok antar-warga cukup tinggi di sana. Terlebih lagi di sana masih ada kelompok separatis RMS yang masih mencoba eksis di negara ini,” ujar Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) saat Sertijab tiga Kapolda di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2010).

BHD menambahkan, jajaran polisi di daerah juga harus menjaga soliditas guna memberikan pelayanan dalam mengamankan lingkungan dan masyarakat.

Selain di Maluku, BHD juga mengimbau Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) yang baru, Brigjen Pol Budi Winarso, untuk memberikan perhatian lebih dalam mengawasi wilayah Batam yang menjadi akses perdagangan tersibuk di semenanjung Sumatera.

“Untuk mampu mencegah, menindak segala bentuk kejahatan, apakah itu judi, illegal fishing, maupun people smuggling,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, BHD juga meminta jajaran Polda untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kantor-kantor polisi serta konflik antar-warga di daerah.

Kapolri melantik tiga Kapolda baru hari ini, yaitu Kapolda Maluku Utara Syarief Gunawan, Kapolda Kepri Budi Winarso, dan Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Syarifuddin.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement