Perluasan Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dikebut

|

Ilustrasi (Dok. Okezone)

Perluasan Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dikebut
JAKARTA- Pemerintah akan mempercepat perluasan Bandara Soekarno-Hatta dari target semula selesai pada tahun 2015 menjadi tahun 2013.

Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah melebihi kapasitas maksimum 22 juta penumpang per tahun. Padahal, pada tahun 2009, jumlah penumpang mencapai 34 juta orang dan tahun ini diperkirakan mencapai 40 juta penumpang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, usai rapat mengenai keselamatan transportasi udara di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menko Polhukam Djoko Suyanto, perwakilan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II serta Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

“Untuk Bandara Soekano-Hatta adalah tanggungjawab Dirjen Perhubungan Udara pakai APBN, tapi tidak menutup kemungkinan memakai pola PPP. Dana korporasi dan APBN terbatas. Ini akan menjadi crash program,” kata Yopie kepada wartawan, Kamis (14/10/2010).

Yopie menjelaskan, perluasan Bandara Soekarno-Hatta akan dilakukan dengan membangun sejumlah landasan dan terminal baru. Saat ini, terdapat dua landasan dengan standar 52 pergerakan per jam. Namun, pada saat lebaran lalu, jumlah pergerakan pesawat telah melebihi kapasitas menjadi 60 per jam sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Dalam proyek ini akan ada tim inter-departemen terpadu yang ditangani Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan.

“Tim interdept diberi target, angkasa pura merencanakan landasan ketiga selesai 2015. Diminta selesai 2013 karena waktu mendesak. Makanya tadi ada Gubernur Banten datang karena menyangkut pembebasan tanah dan sebagainya. Ini akan disegerakan sehingga Bandara Soekarno-Hatta bisa segera bertambah kapasitas dan bisa memberi kenyamanan pada penumpang,” kata Yopie.

Guna membiayai proyek tersebut, lanjut Yopie, pemerintah membuka diri terhadap berbagai skema termasuk kerjasama dengan swasta.

Dalam jangka pendek, pemerintah juga tengah mengkaji optimalisasi Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan sipil sehingga mengurangi beban di Bandara Soekarno-Hatta. Langkah kelima adalah sterilisasi runway, apron, dan kawasan dalam bandara perlu diperketat terutama bandara di daerah, katanya.

Khusus untuk Soekarno-Hatta, pemerintah juga mengakui ada masalah dengan keberadaan para pedagang asongan dan penyandang masalah sosial. Untuk itu, akan diadakan sterilisasi oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah pusat.

Ketujuh, segala peraturan mengenai keselamatan penerbangan yang masih pending tidak boleh ada yang tersisa pada akhir 2010. “Jumlahnya belum pasti, Dirjen perhubungan udara masih melakukan invetarisasi,” kata Yopie.

Belajar dari masalah kerusakan radar di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, pemerintah juga akan mempercepat restrukturisasi dan pemisahan fungsi navigasi dan operasi bandara.

“Untuk menjalankan fungsi navigasi dan air traffic controller, Pemerintah akan membentuk satu perum baru yang akan menangani navigasi. Sementara PT Angkasa Pura II hanya mengelola bandara dan terminal. Sehingga investasi, maintenace air traffic bisa lebih optimum,” ujarnya. (ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Harus Melindungi WNI di Luar Negeri