Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perlu Blue Print untuk Antisipasi Bencana di Indonesia

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Senin, 29 November 2010 |16:02 WIB
Perlu Blue Print untuk Antisipasi Bencana di Indonesia
Wakil Presiden Boediono. (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Negara tropis seperti Indonesia kemungkinan dilanda bencana lebih cepat dari yang diperkirakan akibat perubahan iklim dan pemanasan global.
 
Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan blueprint kongkret untuk mengantisipasi akibat-akibat bencana, seperti krisis pangan dan kelangkaan air, dua elemen yang sama-sama vital bagi manusia.
 
"Harus segera selesai blueprint mengenai keamanan pangan. Karena gejala masalah pangan dunia sudah mulai terlihat bahkan dari sekarang. Indonesia harus terlindungi dari krisis pangan, kita harus lakukan apapun yang harus dilakukan," kata Wakil Presiden Boediono saat membuka Seminar Strategi Globalisasi Perekonomian Indonesia dalam rangkat memperingati 60 tahun Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (29/11/2010).
 
Antisipasi bencana akibat pemanasan global yang dilakukan Indonesia selama ini belum sebaik yang dilakukan terhadap bencana akibat keberadaan Indonesia sabuk geologi di ring of fire. Hal ini terjadi karena bencana akibat perubahan iklim baru terasa dalam jangka waktu yang relatif lebih panjang.
 
"Tetapi bagi negara tropis seperti kita, bencana itu bisa dan sangat mungkin datang lebih cepat dari yang diperkirakan."
 
Mengutip laporan edisi terbaru Majalah The Economist, Boediono mengatakan, pemanasan global belum sepenuhnya teratasi meskipun sudah ada langkah global bersama.
 
"Majalah The Economist yang baru saja terbit, setelah mereview kemajuan perundingan perubahan iklim dan kenyataan di lapangan memberi vonis seperti ini, Global action is not going to stop climate change. The world needs to look harder at how to live with it," katanya.
 
Menurut dia, vonis tersebut cukup keras dan kalau perhitungan sementara para ilmuwan benar, maka menjelang akhir abad ini dunia akan lebih panas 3 derajat celcius, permukaan laut naik sampai lebih 1 meter.
 
"Para hadirin, oleh karena itu kita perlu menyiapkan blueprint kongkrit untuk mengantisipasi semua itu. Ini tangtangan buat kita semua termasuk tantangan bagi rekan-rekan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia," katanya.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement