tragedi sukhoi

1.660 Mahasiswi di Yogyakarta Tak Perawan

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Senin, 29 November 2010 16:26 wib
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Perilaku menyimpang di kalangan generasi muda memang terbilang mengkhawatirkan. Betapa tidak di lima kota besar hubungan seks remaja rata menembus angka 50 persen.

Bahkan kota Surabaya yang terkenal dengan Kota Pahlawan menjadi pemimpin puncak dalam urusan perilaku seks remaja. Tak kalah mencengangkan, di Yogyakarta 97,05 persen mahasiswa pernah melakukan aborsi karena hamil di luar nikah. "54 persen di Surabaya, 47 persen di Bandung, dan 52 persen di Medan, dan Jabodetabek 51 persen," ujar Kasubid Kesehatan Seksual BKKBN Wahyuni saat berbincang dengan okezone di kantornya, senin (29/11/2010).

Dia menambahkan berdasarkan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010, yang tak kalah mengkhawatirkan di kota pelajar, Yogyakarta tingkat aborsi bahkan menembus angka 97,05 persen. "Ini dari 1.660 mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan kegadisannya saat kuliah," imbuhnya.

BKKBN juga bukan tanpa usaha untuk meredam hal tersebut. Sejak 2005, kata Wahyuni, pihaknya telah membuat program Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Bahkan, BKKBN ingin setiap kecamatan memili Pusat Informasi dan Konseling Remaja. "Itu untuk memotivasi para remaja, jadi ada 3 kategori. Tumbuh, tegak, tegar dari SMP hingga SMA," ucapnya.
(ram)

  • Evhan » 0 Tanggapan
    sungguh menyedihkan.... semakin berani para gadis2 tersebut melepas keperawanannya dgn mudah. Ironis, kota Jogjakarta sebagai kiblat pendidikan di Indonesia malah menyumbang peringkat teratas kota pelajar dan mahasiswi yang sudah banyak tidak perawan. I am Very sory 2 heart that....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Evhan » 0 Tanggapan
    sungguh menyedihkan.... semakin berani para gadis2 tersebut melepas keperawanannya dgn mudah. Ironis, kota Jogjakarta sebagai kiblat pendidikan di Indonesia malah menyumbang peringkat teratas kota pelajar dan mahasiswi yang sudah banyak tidak perawan. I am Very sory 2 heart that....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ria » 0 Tanggapan
    perempuan menjadi tolak ukur moralitas. bagaimana dengan laki-laki?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abu_isa » 0 Tanggapan
    Yang bener aja tuh..., data2nya valid g...???!!! Jangan2 nenek2 juga dimasukin data orang yang sudah..., ya jelas lah... Saya g percaya dengan study ini, sangat tidak masuk akal. Bukan hanya ane yang g percata tapi dosen ane yang notabene ilmu statistiknya lumayan aja g percaya. Apakah mereka mengambil data2 muslimah yang bercadar juga...?? Menskipun bisa dihitung dengan jari tapi lumayan juga lha jumlahnya...!!! Ngawur dot com. Cuman cari muka dot com.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jazuli » 0 Tanggapan
    Manuiawi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.