MEDAN - Ratusan siswa SD dan SMP di bawah naungan Yayasan Hikmatul Fadillah di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai, Medan, Sumatera Utara, menggelar doa bersama di sekolah mereka untuk keselamatan para warga Indonesia yang berada di Kairo, Mesir.
“Kami menggelar doa bersama sebagai bentuk keprihatinan atas ancaman keselamatan saudara kita di Kairo akibat timbulnya kerusuhan menolak pemerintahan Presiden Husni Mubarak,” ungkap Bustami Kabul, salah seorang guru SD, Rabu (2/2/2011).
Para siswa yang ikut dalam doa bersama ini duduk bersila tanpa alas tikar di halaman sekolah. Sebelum doa dimulai, Bustami yang juga lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini memberikan wejangan kepada para siswa terkait kondisi keamanan di Mesir saat ini.
Mereka juga berdoa agar kerusuhan cepat mereda sehingga para mahasiswa dan warga Indonesia lainnya dapat beraktivitas normal kembali.
Yayasan Hikmatul Fadillah memiliki lima pengajar lulusan Universitas Al Azhar Kairo. Mereka berasal dari disiplin ilmu yang berbeda ikut menceritakan pengalaman mereka saat menimba ilmu di Mesir di sela-sela acara.
Saat ini terdapat lebih dari 6.000 WNI di Mesir. Sekira 4.200 di antaranya merupakan mahasiswa, sementara sebagian lainnya adalah TKI dan staf KBRI. Pemerintah sudah memulangkan sebanyak 415 WNI gelombang pertama siang ini ke Jakarta. Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Pemerintah akan kembali mengirim pesawat untuk menjemput WNI lainnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.