PADANG- Megathrust atau gempa besar yang diprediksi terjadi di Pulau Siberut, Mentawai, Sumatera Barat, hasil penelitian para pakar gempa, disikapi pemerintah.
Betapa tidak upaya preventif harus dilakukan untuk menyelamatkan puluhan ribu bahkan jutaan warga.
Pememerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyusun cetak biru relokasi 11 ribu warga di Mentawai ke lokasi aman dengan ketinggian permukiman 25 meter dari laut.
“Ini dilakukan bersamaan dengan masa rehabilitasi dan rekonstruksi bencana tsunami Mentawai, dan pemulihan total pascagempa dan tsunami 2010. Estimasi kami tiga hingga empat tahun lagi,” ujar Koordinator Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kabupaten Mentawai, Eliza Murti, Jumat (25/2/2011).
Pemerintah Mentawai, kata Eliza, tengah mendata lokasi relokasi untuk 11 ribu warga tersebut. “Kami harapkan pendataan lokasi dan pembangunan permukiman warga diberengi dengan masa rehabilitasi dan rekonstruksi tsunami,” sambung Eliza.
Hasil penelitian para ahli gempa, kata dia, merupakan masukan untuk membuat kebijakan kesiapsiagaan agar risiko jatuhnya korban jiwa bisa ditekan seminimalisir mungkin.
“Kami tidak menutup mata, potensi gempa besar itu mengancam Mentawai. Bupati terus melakukan upaya relokasi warga yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami, semata-mata untuk mengurangi risiko korban jiwa,” tegasnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.