tragedi sukhoi

Ketua DPR: LSM Tak Bisa Menentang Keinginan Rakyat

Susi Fatimah - Okezone
Senin, 28 Maret 2011 11:33 wib
Gedung DPR baru (Foto: Dok DPR)
Gedung DPR baru (Foto: Dok DPR)

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie berkeras bahwa rencana pembangunan Gedung baru DPR, yang memakan anggaran lebih dari Rp1 triliun itu, sebagai representasi keinginan rakyat.

Menurut Marzuki, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tak berhak mempermasalahkan rencana itu, lantaran DPR dipilih oleh rakyat.

“DPR ini hasil representasi rakyat yang resmi melalui pemilu langsung. LSM ini melalui pemilihan enggak pengurusnya? Enggak bisa dong mempermasalahkan keinginan rakyat,” katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Mantan Sekjen Partai Demokrat ini menambahkan, pendapat DPR tidak bisa ditentang oleh pendapat LSM yang juga mengatasnamakan keinginan rakyat.

“Masa hasil pemilu dilawan sama LSM dan NGO yang tumbuh dan berkembang tidak jelas. DPR representasi rakyat lho, jangan mengatasnamakan rakyat lah. DPR itu resmi representasi rakyat,” katanya.

Tak hanya itu, Ketua DPR juga menuding LSM justru memutarbalikkan fakta dengan mengklaim menyampaikan keinginan rakyat.

“Jangan diputarbalikan dong. Aneh kalau ada yang mengklaim dia wakil rakyat. Kalau mengaku mewakili sebagian masyarakat, baru tidak apa-apa," katanya.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) bersama LSM-LSM yang tergabung dalam Koalisi LSM untuk APBN Kesejahteraan berencana menggugat DPR atas kebijakannya meneruskan proyek gedung baru DPR.

Menurut Sekjen Fitra Yuna Farhan, DPR seperti berlagak tuli dengan tidak menggubris berbagai penolakan rakyat melalui aksi atau pernyataan di media. “Makanya kita coba melakukan langkah hukum dengan melakukan gugatan pada DPR," ujar Yuna kemarin.

(ded)

  • rakyat » 0 Tanggapan
    rekan-rekan, teman-teman, sebangsa setanah air, pada tahun 1998, kita telah melakukan gerakan revolusi menumbangkan pucuk pimpinan eksekutif yang menamakan dirinya orba, tahun 2001, Gus Dur mengeluarkan dekrit untuk membekukan DPR, revolusi 1998 yang pernah kita lakukan, kini telah ditiru oleh sebagian besar negara-negara timur tengah, kini DPR telah menantang kita, tak ada hal muskil dalam revolusi, maka tak ada jalan lain revolusi bubarkan DPR mesti diberlakukan. malu sama Gus Dur, beliau telah memikirkan hal ini sebelumnya, masak kita ga nyadar-nyadar. Sdr. Marzuki anda sekarang boleh berleha-leha ngomong seenaknya tapi nantikan tulah dari omonganmu sendiri.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiman » 0 Tanggapan
    Keinginan rakyat palelu peang. dasar sialan anggota dpr sekarang.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mbah Moel » 0 Tanggapan
    Yang menjadi pertanyaan saya. Gimana caranya saya rakyat Indonesia yang mempunyai hak pilih legislatip dan menggunakan dengan baik sehingga terbentuk DPR RI yang sekarang ini MENGAJUKAN HAK TANYA DAN MENOLAK ATAS TINDAKAN OKNUM ANGGOTA DPR RI termasuk yang menjadi Ketua dan Wakil Ketua. SAYA TIDAK SETUJU KALAU SA'AT INI ADA PEMBANGUNAN GEDUNG DPR RI YANG BARU. Saya usul dana dimaksud dipakai untuk membangun rumah sangat murah dan dibagikan kepada rakyat yang sekarang ini TINGGAL DIKOLONG JEMBATAN LAYANG, KOLONG JEMBATAN LAYANG DAN KOLONG REL KERETA API. Tolong kepada Yth Bapak Marzuki Alie selaku Ketua DPR RI menjawab secara terbuka. Saya tunggu sampai diakherat nanti
    Beri Tanggapan Laporkan
  • CR7 » 0 Tanggapan
    apa? DPR mewakili rakyat karena dipilih rakyat? bukannya dia terpilih karena ngebohongi rakyat????? makanya kalo dia bohong terus, setelah dia lengser dari ketua DPR ma bosnya juga lengser dari Presiden... insya allah harus siap-siap masuk gedung baru (rumah tahanan)!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wahyu na » 0 Tanggapan
    Anggota DPR sadar dong masaih banyak yang lebih penting diluaran sana yang sipatnya untuk mensejahterakan rakyat. kalian itu baru wakil rakyat, kita ketua rakyat tidak sepakat anggaran 1 triliun itu di pake buat tempat molor kalian. jangan terus-terusan kalian sakiti kami selaku ketua kamu. Hidup Rakyat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.