JAKARTA - Aksi Demo Aliansi Masyarakat Berantas Koruptor yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Bantuan Hukum di Indonesia (PBHI) dan Mahasiswa dihadang sejumlah preman bayaran. Puluhan preman tersebut langsung menyerang dan mencoba menghentikan aksi demo anti korupsi yang digelar di PN Jakarta Pusat.
"Patut diduga, orang-orang tak dikenal tersebut adalah orang-orang suruhan Gubernur Bengkulu Agusrin Najammuddin," kata ketua PBHI Jakarta, Hendrik Sirait kepada okezone, Selasa (29/3/2011).
Massa PBHI dan mahasiswa yang berjumlah, tiba di PN Jakpus sekira pukul 13.00 WIB setelah menggelar aksi di Komisi Yudisial. Namun, setibanya di PN Jakpus langsung dihadang oleh preman-preman tersebut.
Menurut Hendrik, rencananya, PBHI akan melakukan aksi dengan agenda lanjutan dengan aksi di Komisi Yudisial. Di KY, massa meminta dan mendorong KY melakukan fungsi pengawasan terhadap hakim yang menyidangkan Agusrin Najammudin.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.