JAKARTA - Mantan anggota KPU Valina Singka Subekti mengakui jabatan di KPU memang sangat rentan terkena pengaruh dari partai-partai politik terkait hasil suara di pemilihan umum.
"KPU itu kan sangat strategis, rentan untuk dimasuki oleh pengaruh dan dipengaruhi," ujar Valina usai mengikuti Talk Show DPD RI di Gedung DPD Jakarta, Jumat (8/7/2011).
Menurut Valina, anggota KPU harus independen, memiliki integritas yang tinggi dan track record yang jelas. Selain itu, lanjutnya, anggota KPU juga harus memahami sistem politik, hukum dan budaya politik di Indonesia
"KPU harus independen, track record yang jelas. Integritas dan pengalaman. Selain itu konteks keindonesiaan yang lengkap memahami sistem politik Indonesia, sistem hukum Indonesia, sistem pemilu dan budaya pemilu di Indonesia," paparnya.
Valina menjelaskan kasus yang terjadi pada Andi Nurpati merupakan bentuk bahwa independensi KPU sudah putus. Hal ini karena anggota KPU masih memiliki kepentingan dalam menjalankan tugasnya.
"Anggota KPU nonpartisan, KPU indepedensi, tapi sepertinya itu sudah putus. Berbuat sesuatu pasti melihat apa yang dia peroleh, soal kepentingan saja," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, dalam menjabat di KPU selalu ada celah atau peluang untuk 'bermain'. Hal itu karena KPU memiliki otoritas untuk memutuskan dalam hasil pemilihan umum. Oleh karena itu untuk meminimalisir terjadinya anggota KPU yang 'bermain' penting pembentukan moral pada anggota KPU.
"Penting sekali bagaimana membentuk pemimpin yang amanah, bermoral, berakhlak. Kriteria memilih anggota juga diperhatika, seperti siapa yang menyeleksi, sehingga kedepan bisa jadi KPU berintegritas," katanya.
(hri)