JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta berharap partisipasi masyarakat mencegah terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Dalam upaya pencegahan ini, pemerintah akan mengoptimalkan penyuluhan kepada pemilik kebun dan lahan tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar hutan.
“Negara maju saja dalam menanggulangi kebakaran hutan masih kerepotan. Apalagi negara seperti Indonesia. Karena itu, cara yang efektif dengan mengambil tindakan preventif,” kata Gusti di Pontianak kemarin.
Menurut Gusti, program pencegahan dilakukan dengan cara membina masyarakat tradisional yang bermukim dekat dengan wilayah titik api. Pemerintah akan memprioritaskan pembinaan terhadap kelompok masyarakat peduli api (MPA) termasuk memberi bantuan penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan melalui dana alokasi khusus.
Dari data Kementerian Kehutanan, untuk tahun 2011, titik api yang terpantau berjumlah 1.490. Jumlah itu tersebar disejumlah provinsi. Di Sumaetra Utara 233 buah. Riau 1.033 buah. Jambi 255 buah. Sumatera Selatan 265 buah. Kalimantan Barat 450 buah. Kalimantan Tengah 244 buah. Kalimantan Selatan 55 buah. Kalimantan Timur 163 buah.
Gubernur Kalimantan Barat Cornelius membenarkan pernyataan Gusti M Hatta soal penyebab kebakaran lahan dan hutan lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia. “Itu benar. Jika dikalkulasi 99 persen karena ulah manusia. Hanya satu persen karena alam,” tambahnya.
Karena itu, lanjut Cornelius, diperlukan adanya sejumlah kegiatan penyuluhan kepada pemilih kebun dan lahan agar membuka lahan dengan cara tidak membakar. Dengan begitu, pola pikir mereka akan lebih peduli kepada akibat yang ditimbulkan dengan cara membakar hutan.
(Ferdinan)