MEDAN- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup atau lifestyle. Ajakan ini untuk memenuhi kebutuhan darah di Indonesia dan tidak memberikan peluang adanya praktik calo darah.
“Medan ini termasuk daerah yang banyak calo darahnya. Maka itu kita mengajak masyarakat untuk mejadikan donor darah itu sebagai lifestyle (gaya hidup),” ungkap JK usai melantik Pengurus PMI Sumatera Utara di Medan, Senin (18/7/2011).
Calo darah, menurut JK, adalah orang yang menyumbangkan darah dengan imbalan uang bayaran. Praktik calo darah sudah tersebar di luar PMI. “Yang memberi darah tidak sehat dan yang menerima juga bakal tidak sehat,” sambung mantan Wakil Presiden ini.
Untuk memenuhi stok darah di Sumatera Utara, yakni sekira 100 kantong per hari, JK juga mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela. “Kendala untuk memenuhi stok sebenarnya tidak ada, tapi kita terus mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela,” ucapnya.
PMI juga menargetkan Sumatera Utara dapat menyumbang 200 kantung per hari dari yang semula hanya 100 kantung. “Targetnya dari Sumatera Utara per hari ada 200 kantung dan untuk Indonesia sekira 4,5 juta kantung per tahunnya, itu target kita. Makanya kita ajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup,” pungkasnya.
(ton)