tragedi sukhoi

JK: Jadikan Donor Darah sebagai Gaya Hidup

Risna Nur Rahayu - Okezone
Senin, 18 Juli 2011 16:28 wib
Jusuf Kalla saat meluncurkan bus donor darah di Jakarta. (Foto: okezone)
Jusuf Kalla saat meluncurkan bus donor darah di Jakarta. (Foto: okezone)

MEDAN- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup atau lifestyle. Ajakan ini untuk memenuhi kebutuhan darah di Indonesia dan tidak memberikan peluang adanya praktik calo darah.

“Medan ini termasuk daerah yang banyak calo darahnya. Maka itu kita mengajak masyarakat untuk mejadikan donor darah itu sebagai lifestyle (gaya hidup),” ungkap JK usai melantik Pengurus PMI Sumatera Utara di Medan, Senin (18/7/2011).

Calo darah, menurut JK, adalah orang yang menyumbangkan darah dengan imbalan uang bayaran. Praktik calo darah sudah tersebar di luar PMI. “Yang memberi darah tidak sehat dan yang menerima juga bakal tidak sehat,” sambung mantan Wakil Presiden ini.

Untuk memenuhi stok darah di Sumatera Utara, yakni sekira 100 kantong per hari, JK juga mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela. “Kendala untuk memenuhi stok sebenarnya tidak ada, tapi kita terus mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela,” ucapnya.

PMI juga menargetkan Sumatera Utara dapat menyumbang 200 kantung per hari dari yang semula hanya 100 kantung. “Targetnya dari Sumatera Utara per hari ada 200 kantung dan untuk Indonesia sekira 4,5 juta kantung per tahunnya, itu target kita. Makanya kita ajak masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup,” pungkasnya.

(ton)

  • haris wahyudi » 0 Tanggapan
    untuk pendonor sukarela agar lebih diperhatikan dan ada penghargaannya. penghargaan harus bisa lebih tertib dan nyampai ke pendonor tersebut. contoh : 25x berupa apa.... 50xberupa apa 75x berupa apa... 100x berupa apa... dsb. Agar pendonor sukarela bisa tertarik untuk mendonorkan darahnya. info yang berkembang dimasyarakat sirkulasi dari darah pendonor ke PMI dijual ke RS dari RS ke pasien (harganya mahal lagi), sedangkan pendonor hanya mendapatkan segelas susu,roti,telor n pil penambah darah.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.