JAKARTA- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP) Suryadharma Ali berkomentar atas tercantumnya nama istrinya, Wardatul Asriah dalam salah satu pengurus harian DPP PPP dari total 55 orang yang telah diumumkan.
"PPP tidak khawatir dengan pihak luar yang mengatakan jika PPP adalah partai keluarga," tegasnya di kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (25/7/2011). SDA, sapaan Suryadharma Ali, menjelaskan masuknya nama Wardatul Asriah merupakan hasil keringatnya sendiri. "Dia itu karena kariernya, keringatnya, perjuangannya begitu," katanya.
"Kalau ada keluarga menjadi DPR pada era reformasi berbeda ketika menjadi DPR pada Orde Baru. Pada zaman reformasi itu seorang anggota DPR dengan latar belakang keluarga tidak boleh, kalau Orde Baru itu bisa. Artinya, dia berjuang sendiri, bukan karena saya ketum, bukan karena saya menteri," imbuhnya.
Suryadharma menambahkan, terpilihnya Wardatul Asriah karena hasil dari usahanya sendiri. "Dia mantan anggota DPRD Bekasi, mantan sekretaris DPRD Bekasi. Sekarang jadi anggota DPR dari Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dengan suara yang tidak sedikit," tuturnya.
Dugaan nepotisme pun ditepisnya. Pasalnya, ada delapan orang formatur dan satu orang ketua umum, yaitu dirinya sendiri, untuk menetapkan ke lima puluh lima pengurus harian tersebut. "Ini delapan orang loh ditambah saya," tegasnya
Nama Wardatul Asriah, masuk dalam susunan kepengurusan harian DPP Pusat. Wardatul Asriah menjabat sebagai salah satu ketua.
(ram)