PADANG - Menko Kesra Agung Laksono mengatakan Pemerintah mengupayakan langkah-langkah mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa bila terjadi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Kepualaun Mentawai, Sumatera Barat.
“Tak dipungkiri bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana, untuk menghindari kerugian nyawa dan bangunan fisik maka kita perlu mitigasi bencana dan saat ini terus disusun sesuai dengan kondisi terkini,” ujar Agung Laksono di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Senin (25/7/2011).
Agung bersama Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengunjungi Kepulauan Mentawai untuk mengetahui perkembangan kondisi terbaru korban tsunami setelah masa tanggap darurat selesai.
“Di Mentawai kita mengunjungi tiga titik Huntara (Hunian Sementara) yang terletak di Pagai Utara, Pagai Selatan, dan di Sipora. Kita akan lihat langsung kondisi masyarakat di sana dan sejauh mana program rehabilitasi dan rekonstruksi Mentawai yang terealisasi,” ungkap Agung.
Dia menambahkan, selain perbaikan fisik bangunan dan infrastruktur, ada pembangunan non-fisik yang tidak kalah penting, yakni pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan. “Jangan ada lagi penduduk di Mentawai yang masih miskin, sehingga muncul anggapan lain. Jadi kita ingin Mentawai lepas dari kemiskinan,” ulasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengatakan, gempa dan tsunami yang menghantam Mentawai pada 25 Oktober 2010 lalu menyebabkan kerugian senilai Rp125 miliar lebih. Bencana itu juga menelan 509 korban tewas, 59 hilang, dan 173 luka berat. Tsunami juga menyebabkan 15.353 warga Mentawai terpaksa mengungsi.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.