JAKARTA - Mabes Polri tidak takut menetapkan Andi Nurpati sebagai tersangka dalam kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK), meski yang bersangkutan berasal dari Partai Demokrat.
"Kalau bukti cukup kenapa takut. Tak perlu ada yang ditakutkan," kata Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Sutarman di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2011).
Menurut dia, hukum jangan dilihat dari partai. "Kalau dilihat dari partai akan merusak negeri ini. Surat ini dipalsukan untuk mengangkat Dewi Limpo. Kenyataannya, Dewi tak jadi juga," jelas Sutarman.
Kabareskrim menambahkan, sebetulnya dalam kasus ini masalahnya sudah tidak terlalu ada. "Apakah surat yang dipalsukan ini masih sempurna, itu nanti di samping pemeriksaan yang dilakukan, Nanti saya akan konsultasi dengan JPU untuk menetapkan apakah mereka memenuhi unsur tersangka atau tidak," papar Sutarman.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rekonstruksi kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) yang digelar di studio Jak TV, Senin 25 Juli 2011, diperoleh fakta bahwa Masyhuri Hasan dan Nalom Kurniawan sempat menyerahkan surat tersebut kepada Andi Nurpati.
Hasan dan Nalom (digantikan oleh tim penyidik), mendatangi kantor Jak TV untuk menyerahkan surat MK dengan map merah putih bergambar Garuda di depannya. Hasan dan Nalom masuk ke ruang tunggu untuk bertemu Andi Nurpati. Nalom dan Hasan kemudian menyerahkan surat tersebut kepada Andi Nurpati lalu Andi membacanya.
Setelah dibaca, Andi menyerahkan kembali surat tersebut kepada Hasan dan keduanya keluar ruangan. Menurut Nalom, dia keluar terlebih dahulu, namun versi Hasan, setelah Andi membaca surat tersebut keduanya keluar berbarengan.
Surat tersebut selanjutnya dibawa Hasan keluar lobi Jak TV untuk diserahkan kepada Aryo, supir Andi Nurpati. Versi Aryo, Hasan menghampirinya di dalam Pos Satpam Jak TV dan menanyakan apakah benar dirinya sopir Andi Nurpati.
Aryo mengangguk, lalu hasan menyerahkan surat tersebut kepada untuk menandatanganinya. Setelah diterima, surat itu diletakkan Aryo di jok depan mobil Andi Nurpati. Setelah Andi Nurpati masuk mobil Aryo langsung menyerahkan surat tersebut namun ditolak Andi. "Udah taro aja di situ Yo,” kata Aryo menirukan.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.